Human Interest Story
Warga Tumpah Ruah Dua Kilometer saat Grebeg Suro di Sridadi Batang Hari
Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu merupakan pengingat agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya leluhur.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Mareza Sutan AJ
Barongsai, Tari Piring, hingga atraksi silat dari Sumatra Barat turut memeriahkan acara.
Menurut Herman, keberagaman tersebut mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Batang Hari.
"Kami mengundang semua. Ada IKM, Paguyuban Pasundan, BKMT dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Muara Bulian. Kami ingin kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan," jelasnya.
Tradisi yang Hidup dari Swadaya Warga
Kelurahan Sridadi dikenal sebagai kawasan yang mayoritas dihuni masyarakat keturunan Jawa.
Karena itu, Grebeg Suro telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.
Tahun ini, acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari Mula P Rambe, Camat Muara Bulian, Lurah Sridadi, dan sejumlah tokoh masyarakat.
Meski mendapat perhatian berbagai pihak, Herman menegaskan kekuatan utama Grebeg Suro tetap berasal dari masyarakat.
"Kegiatan ini berasal dari masyarakat. Warga yang mampu membantu dengan sukarela agar tradisi ini tetap berjalan," ujarnya.
Ia mengaku khawatir tradisi tersebut akan perlahan ditinggalkan jika tidak terus dilaksanakan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
"Kalau tidak kami laksanakan, takutnya budaya yang diwariskan turun-temurun ini akan ditinggalkan. Karena itu kami terus berupaya menjaganya," tuturnya.
Merawat Warisan Leluhur
Rangkaian Grebeg Suro tahun ini berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Juni 2026.
Di tengah keramaian pawai, Herman kembali menyusuri barisan peserta dengan blangkon hitam dan busana khas Jawa yang dikenakannya, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Bagi masyarakat Sridadi, Grebeg Suro bukan hanya perayaan menyambut tahun baru Islam.
| Tahanan di Muaro Jambi Suapi Kue Ulang Tahun untuk Anak meski Tangan Terborgol |
|
|---|
| Cerita Sopir Travel Jambi Lima Kali Sepekan Bermalam di SPBU demi Dapat Solar |
|
|---|
| Pelari Bandung Taklukkan Puncak Kerinci Tiga Jam di Ajang Kerinci 100 |
|
|---|
| 5 Fakta Unik Ibu-Ibu Balap Motor Viral pada Momen Idulfitri di Merangin |
|
|---|
| Masjid Magat Sari: dari Sejarah hingga Tradisi Nasi Minyak saat Ramadan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Grebek-Suri-Sridadi-1.jpg)