Berita Tanjab Barat
Pendapatan Petani Tergerus, Harga Pinang Kering Merosot di Tanjab Barat
Harga pinang kering di Tanjab Barat turun dari Rp 22 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram dan membuat pendapatan petani semakin tertekan.
Penulis: Sopianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL- Harga pinang kering di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Jika sebelumnya komoditas tersebut berada di angka Rp 22 ribu per kilogram, kini harga jualnya turun menjadi Rp 18 ribu per kilogram.
Penurunan ini pun dirasakan langsung oleh para petani setempat yang menggantungkan penghasilan dari hasil perkebunan pinang.Kondisi tersebut disebut telah terjadi sejak beberapa waktu lalu.
Salah seorang petani pinang di Tanjab Barat, Anji, mengungkapkan bahwa tren penurunan harga sudah berlangsung bahkan sebelum isu perang antara Amerika Serikat dan Iran mencuat.
“Sebelum perang itu sudah terjadi penurunan,” ujar Anji saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, turunnya harga pinang cukup berdampak pada pendapatan petani.
Pasalnya, biaya operasional seperti perawatan kebun, pemanenan, hingga proses pengeringan tetap berjalan seperti biasa, sementara harga jual justru mengalami penurunan.
Anji mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab anjloknya harga pinang tersebut. Ia menduga ada sejumlah faktor yang memengaruhi, baik dari sisi permintaan pasar maupun kondisi ekspor.
Namun hingga kini, para petani belum mendapatkan informasi jelas terkait pemicu turunnya harga komoditas andalan tersebut.
“Kita berharap tak ada lagi penurunan harga,” katanya.
Penurunan harga pinang ini menambah daftar tantangan yang dihadapi petani di Tanjab Barat.
Sebagai daerah penghasil pinang di Provinsi Jambi, fluktuasi harga sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang bergantung pada sektor perkebunan.
Sejumlah petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk membantu menjaga stabilitas harga.
Mereka juga berharap ada solusi konkret agar harga pinang kembali membaik sehingga kesejahteraan petani dapat terjaga.
Hingga saat ini, para petani hanya bisa berharap harga pinang tidak kembali merosot dan kondisi pasar segera stabil.(*)
(Sopianto/Tribunjambi).
Baca juga: Bulog Serap 1.984 Ton Gabah, Ketersediaan Beras di Tungkal Stabil
Baca juga: Prakiraan Cuaca Pelabuhan Kuala Tungkal Jambi pada 28 Februari 2026
| Bupati Tanjabbar Sampaikan Tanggapan Pandangan Umum Fraksi DPRD LKPJ 2025 |
|
|---|
| Polisi Amankan Dua Pelaku dengan 200 Gram Lebih Sabu di Batang Asam |
|
|---|
| Jambi Raya Siap Bangun PSEL, Anwar Sadat Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi |
|
|---|
| Dua Pelaku Curat di Tanjab Barat Dibekuk Saat Hendak Kabur ke Jambi |
|
|---|
| Bupati Tanjabbar Akan Rombak Pejabat Eselon III dan IV Dalam Waktu Dekat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pinang-Tanjab-Barat.jpg)