Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Human Interest Story

Mengenal Tradisi Mantai Kerbau di Merangin dalam Menyambut Ramadan

Tradisi Mantai Kerbau tumbuh di tengah masyarakat Melayu Merangin sebagai bagian dari sistem nilai kehidupan bersama,

Tayang:
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/FRENGKY WIDARTA
MANTAI KERBAU - Bupati Merangin M. Syukur secara resmi membuka tradisi adat Mantai Megang Adat Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Batigo di Desa Bukit Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu, Minggu (15/2/2026). 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Puluhan kerbau dikumpulkan di tanah lapang menjelang tradisi Mantai Kerbau yang berlangsung di Desa Bukit Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambi, Merangin, pada Ahad (15/2/2026).

Mantai Kerbau merupakan tradisi adat yang berlangsung di sejumlah komunitas masyarakat di Kabupaten Merangin, khususnya di wilayah adat seperti Kecamatan Sungai Manau dan Pangkalan Jambu.

Nama lengkap tradisi ini sering disebut “Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Batigo”, yang mencerminkan nilai budaya, sejarah, dan tata hubungan sosial komunitas setempat.

Secara sederhana, tradisi ini berbentuk ritual penyembelihan kerbau dalam skala besar yang dilakukan bersama dan dimanfaatkan secara komunal.

Tradisi Mantai Kerbau lebih dari sekadar acara pemotongan hewan.

Ini merupakan warisan leluhur yang berlangsung turun-temurun.

Tradisi Mantai Kerbau tumbuh di tengah masyarakat Melayu Merangin sebagai bagian dari sistem nilai kehidupan bersama, cara masyarakat menyambut waktu penting secara adat, upaya memperkokoh hubungan keluarga dan solidaritas sosial, serta penyampaian pesan moral dalam konteks adat dan agama.

Istilah “Mantai” sendiri dalam konteks lokal dapat diartikan sebagai kegiatan penyembelihan dalam skala besar yang dilakukan secara bersama-sama dengan partisipasi masyarakat setempat.

Tahun ini, ada 75 kerbau yang disembelih dalam acara Mantai Kerbau di Pangkalan Jambi.

Tradisi Mantai Kerbau biasanya dilaksanakan pada momen tertentu menurut kalender adat setempat.

Satu di antara momennya adalah menjelang bulan suci Ramadan.

Selain itu, Mantai Kerbau juga bisa dilakukan dalam rangka syukur bersama serta menandai awal musim tertentu.

Hari ini, Ahad (15/2), Mantai Kerbau Basamo merupakan bagian dari penyambutan Ramadan 1447 H.

Pelaksanaan ritual ini biasanya melibatkan beberapa tahapan utama dimulai dari penunjukan hari dan lokasi, pengumpulan hewan ternak, hingga pembagian daging.

Pada penunjukan hari dan lokasi adat, misalnya, tokoh adat (umumnya Niniak Mamak) menetapkan tanggal dan tempat yang disepakati bersama sebagai lokasi pelaksanaan tradisi.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved