Berita Jambi
Stok Pangan Jambi Stabil, Cabai Rawit Merah Jadi Perhatian Khusus
Cabai rawit ini pasokannya dari luar, bukan dari Kota Jambi sendiri. Jadi jumlah pasokan itu sangat mempengaruhi harga
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi memastikan kondisi harga bahan pokok di wilayahnya masih relatif stabil jelang Ramadan 2026.
Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabe rawit merah.
Hal itu disampaikan Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan di Badan Pangan Nasional Provinsi Jambi, Rinna Syawal.
“Saya belum dapat update, tapi kalau kemarin secara rata-rata di Provinsi Jambi cukup aman sebenarnya. Hanya ada beberapa komoditas seperti cabe merah rawit yang harganya memang cukup tinggi, sementara yang lain rata-rata masih dalam harga yang relatif stabil,” katanya.
Dia menjelaskan, tingginya harga cabai rawit merah disebabkan pasokan sedikit.
Komoditas tersebut sebagian besar didatangkan dari luar daerah, sehingga ketersediaannya sangat menentukan harga di tingkat pasar.
“Cabai rawit ini pasokannya dari luar, bukan dari Kota Jambi sendiri. Jadi jumlah pasokan itu sangat mempengaruhi harga,” jelasnya.
Rina menuturkan, Pemprov Jambi mengoptimalkan peran Tim Satgas Saber (Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu dan Keamanan Pangan).
Baca juga: Merosot Rp55,42, Harga Sawit di Jambi Hari Ini Rp3.588 per Kg di Pabrik
Baca juga: Ada 346 Lokasi Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial di Kota Jambi, Bagaimana Peraturannya?
Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga dan potensi pelanggaran,
Satgas itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari gubernur sebagai ketua pengarah, Kapolresta, Sekda, Inspektur Daerah, hingga Direktorat Kriminal Khusus Polda sebagai ketua pelaksana.
Sementara sekretaris dijabat Kepala Dinas Pangan dengan anggota dari Bulog, Dinas Perdagangan, Perizinan, serta Dinas Pertanian.
Satgas tersebut memantau sekitar 14 komoditas yang telah memiliki regulasi berupa HET (Harga Eceran Tertinggi) maupun HAP (Harga Acuan Penjualan) baik di tingkat produsen maupun konsumen.
“Apabila ditemukan harga yang tidak sesuai dengan HET atau HAP, tentu akan kita telusuri, apakah ada masalah distribusi, pasokan, atau indikasi pelanggaran harga,” tuturnya.
Dia menerangkan, saat ini belum ditemukan pelanggaran signifikan di lapangan.
Namun, cabai rawit merah dinilai berisiko tinggi mengalami fluktuasi karena faktor cuaca.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Cabai-Rawit-06022025.jpg)