Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tanjabtim

Cuaca Laut Memburuk, Nelayan Tanjabtim Jambi Terancam Ombak dan Angin Kencang

Cuaca laut di Kecamatan Mendahara Ilir, Tanjung Jabung Timur, Jambi, dilaporkan memburuk dengan gelombang kuat dan angin kencang.

Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Nurlailis
Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri
ILUSTRASI - Cuaca laut di Kecamatan Mendahara Ilir, Tanjung Jabung Timur, Jambi, dilaporkan memburuk dengan gelombang kuat dan angin kencang. 

Ringkasan Berita:Nelayan Tanjabtim Jambi Terancam Ombak
 
  1. Cuaca laut di Kecamatan Mendahara Ilir, Tanjung Jabung Timur, Jambi, dilaporkan memburuk dengan gelombang kuat dan angin kencang.
  2. Nelayan mengaku kondisi cuaca semakin sulit diprediksi dan kerap berubah mendadak saat berada di tengah laut.

TRIBUNJAMBI.COM, TANJUNG JABUNG TIMUR - Kondisi cuaca laut di wilayah Kecamatan Mendahara Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, saat ini kian memprihatinkan, Sabtu (17/01/2026).

Gelombang laut yang kuat disertai angin kencang menjadi ancaman serius bagi keselamatan nelayan saat melaut.

Nelayan setempat, Ibnu Hajar (55), mengatakan cuaca laut saat ini tidak menentu dan dapat berubah secara tiba-tiba. 

Baca juga: Pengakuan Siswa SMK Tanjabtim Jambi, Awalnya Ditampar hingga Ditinju Guru

"Sekarang ombak sangat kuat. Kalau nelayan ingin melaut harus berhati-hati dan melengkapi peralatan seperti pelampung untuk berjaga-jaga saat keadaan darurat, karena cuaca di laut sedang tidak menentu," katanya saat dihubungi via WhatsApp.

Menurutnya, angin kencang dan gelombang laut mulai terasa meningkat sekira tahun 2005 hingga sekarang.

"Kalau dibandingkan 10 sampai 20 tahun terakhir, angin dan gelombang mulai sangat kuat sejak tahun 2005 sampai 2026 saat ini. Sekarang cuaca di laut sulit diprediksi," ujarnya.

Ia menjelaskan, cuaca ekstrem seperti hujan deras yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan bencana.

Gelombang laut yang tinggi dapat menyebabkan kapal nelayan karam, sementara hujan berkepanjangan berisiko memicu longsor.

Baca juga: Fakta Baru 2 Versi Alur Siswa Keroyok Guru di SMKN 3 Berbak Tanjabtim Jambi

Ia juga menceritakan pengalamannya saat masih bermukim di bantaran sungai. Pada kondisi cuaca ekstrem, rumah-rumah di tepian sungai kerap mengalami longsor hingga hanyut terbawa arus.

"Sebelumnya saya tinggal di tepian sungai. Kalau cuaca seperti sekarang, tidak jarang rumah di bantaran sungai longsor dan barang-barang hanyut," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan tantangan terbesar nelayan adalah perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak saat berada di tengah laut.

"Kadang pas berangkat ke laut angin dan ombak tidak ada, tapi setelah sampai di tengah laut cuaca berubah mendung, angin kencang, dan gelombang menjadi kuat," jelasnya.

Ia mengaku telah beberapa kali mengalami kejadian nyaris karam saat melaut.

"Saya sendiri sudah sering hampir karam, bukan sekali dua kali," ungkapnya.

Karena risiko yang tinggi, ia mengaku tidak jarang memilih untuk tidak melaut demi keselamatan. 

"Kalau cuaca seperti ini, terkadang saya lebih memilih tidak melaut karena risikonya tinggi, walaupun beberapa kali saya juga nekat," jelasnya.

Update berita Tribun Jambi di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved