Berita Batang Hari
140 Kerbau di Batang Hari Terserang Penyakit Ngorok Sepanjang 2025
Sebanyak 140 ekor kerbau di Kabupaten Batang Hari tercatat terdampak penyakit Septicemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok sepanjang tahun 2025.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Mareza Sutan AJ
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kondisi memprihatikan terjadi di ranah peternakan kerbau di Kabupaten Batang Hari.
Sebanyak 140 ekor kerbau di Kabupaten Batang Hari tercatat terdampak penyakit Septicemia Epizootica (SE) atau penyakit ngorok sepanjang tahun 2025.
Dampak tersebut meliputi kerbau yang mati, dijual, hingga dipotong secara paksa.
Kasus ini terjadi di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Batang Hari.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batang Hari, Afrizal, menyampaikan bahwa dari total 140 ekor kerbau yang terdampak.
Rinciannya: 53 ekor mati, 42 ekor dipotong paksa, dan 45 ekor lainnya dijual oleh pemiliknya.
"Totalnya ada 140 ekor kerbau yang terdampak penyakit SE. Rinciannya mati 53 ekor, dipotong paksa 42 ekor, dan 45 ekor dijual selama tahun 2025," katanya, Rabu (24/12/2025).
Afrizal merinci, kasus penyakit SE tersebut ditemukan di tiga wilayah berbeda.
Di Desa Jelutih, Kecamatan Batin XXIV, tercatat 30 ekor kerbau mati, 10 ekor dipotong paksa, dan 10 ekor dijual.
Sementara di Desa Rambutan Masam dan Desa Pulau, Kecamatan Muara Tembesi, terdapat 10 ekor kerbau mati, 26 ekor dipotong paksa, serta 15 ekor dijual.
Adapun di Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, tercatat 13 ekor kerbau mati, enam ekor dipotong paksa, dan 20 ekor dijual.
Ia memastikan seluruh kejadian tersebut disebabkan oleh penyakit SE.
Pada sekitar Juni hingga Juli 2025, pihaknya telah mengirimkan surat ke kecamatan dan desa terkait ketersediaan vaksin.
"Kami sudah memberikan surat ke kecamatan sekira bulan Juni dan Juli, dan dari kecamatan surat itu sudah diteruskan ke desa.
"Kami sampaikan bahwa tersedia vaksin SE, Jembrana, dan PMK. Untuk pengadaan vaksin ini sebenarnya ada di provinsi dan pusat,” jelasnya.
| Debit Sungai Batanghari Naik ke Status Waspada, Warga Diminta Siaga |
|
|---|
| Kabupaten Batang Hari Jadi Fokus Percepatan Tanam, Wamentan Minta Petani Manfaatkan Sisa Musim |
|
|---|
| Alumni SPP-SPMA/SMKPP Gelar Halalbihalal, Wabup Dorong Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Bupati Batang Hari Dukung Gerakan MUI Penataan Kuburan Islami |
|
|---|
| Sumur Kering di Bajubang Batang Hari Telan Korban Seorang Ibu-ibu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kerbau-di-tebo-mati.jpg)