Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Batang Hari

Fakta Temuan Operasi Zebra di Batang Hari yang Potensi Konflik Sosial Dipaparkan Kasat

Kasat Lantas Polres Batang Hari, AKP Agung Prasetyo, mengatakan sebelum operasi Zebra, terdapat delapan kasus kecelakaan dalam dua minggu sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: asto s
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
OPERASI ZEBRA oleh Polres Batang Hari. Polisi mengeluarkan 816 teguran dan 17 tilang lalu lintas, Rabu (3/12/2025). 

TRIBUNJAMBI.COM, BATANG HARI - Dalam rangka meningkatkan ketertiban berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan, Polres Batang Hari mengeluarkan 816 teguran dan 17 tilang lalu lintas, Rabu (3/12/2025).

Dari 816 teguran pengendara yang melanggar aturan seperti tidak mengenakan helm, terutama pada pengendara sepeda motor.

Sementara itu, untuk 17 tilang lalu lintas pelanggaran yang lebih serius dan berpotensi menimbulkan konflik sosial, seperti angkutan batu bara, dengan melintasi jalur menuju Kota Jambi via Pemayung Jaluko.

Kasat Lantas Polres Batang Hari, AKP Agung Prasetyo, mengatakan sebelum operasi Zebra, terdapat delapan kasus kecelakaan dalam dua minggu sebelumnya.

Namun, setelah operasi berlangsung, angka kecelakaan dapat ditekan menjadi hanya lima kasus. 

"Lima kasus kecelakaan ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, tiga orang luka berat, dan empat orang luka ringan, dalam operasi zebra ini kami dapat mengurangi angka kecelakaan meski masih ada beberapa kejadian," katanya.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan penegakan hukum pihak kepolisian lalu lintas Batang Hari juga berhasil mengungkap sebuah kasus tabrak lari.

"Selama kegiatan ini berlangsung kami juga berhasil menemukan pelaku tabrak lari yang terjadi pada petugas UPPKB Muara Tembesi," jelasnya.

Dia mengatakan Polres Satlantas Batang Hari mengimplementasikan beberapa upaya preventif dan edukasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. 

"Taat berlalu lintas bukan untuk polisi, tapi untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kita harus menjadikan kedisiplinan di jalan sebagai bagian dari budaya bangsa," jelasnya.

Dia juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan keselamatan berkendara anak-anak terutama terhadap fenomena balap liar yang masih sering terjadi. 

"Balap liar sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kami harap para pemuda bisa meninggalkan kebiasaan ini dan orang tua juga bisa lebih memperhatikan anak-anaknya," tuturnya. (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)

Baca juga: Daftar Wilayah Jambi yang Hujan Hari Ini, Waspada di Perjalanan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved