Berita Merangin
Daftar Titik Rawan Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Merangin
Berikut ini daftar titik rawan banjir dan longsor di Kabupaten Merangin, dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem.
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Berikut ini daftar titik rawan banjir dan longsor di Kabupaten Merangin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi memprediksi puncak musim hujan di Provinsi Jambi terjadi pada November 2025 hingga Januari 2026.
Kondisi ini meningkatkan potensi bencana, khususnya banjir dan longsor, di sejumlah wilayah Kabupaten Merangin.
Sekretaris BPBD Merangin, Hendri Putra, saat ditemui Tribun Jambi, menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis potensi bencana utama di daerah ini: banjir, banjir bandang, dan cuaca ekstrem.
"Untuk potensi banjir, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Merangin memiliki kerawanan. Dengan banyaknya Daerah Aliran Sungai (DAS), curah hujan tinggi dapat menyebabkan luapan air di wilayah sepanjang bantaran sungai," ujarnya.
Hendri menyebut empat DAS besar di Merangin, yakni DAS Batang Tabir, Batang Merangin, Batang Masumai, dan Batang Nalo Tantan.
Banyak permukiman penduduk berada di dekat bantaran sungai tersebut, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
"Curah hujan yang meningkat sewaktu-waktu bisa memicu banjir tiba-tiba,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Merangin, Rudi, menjelaskan pihaknya telah meningkatkan status kebencanaan menjadi Siaga Darurat mulai 19 November hingga 31 Desember 2025.
"Antisipasi kami lakukan melalui sosialisasi, pemasangan spanduk, dan penyebaran informasi di berbagai kanal. Status siaga darurat ditetapkan setelah melihat rilis BMKG yang menunjukkan masuknya fase Hidrologi Basah,” katanya.
Menurut Rudi, Merangin merupakan daerah dengan kontur perbukitan dan dataran rendah yang menjadikan wilayah ini rentan terhadap banjir dan longsor.
Pada 2024 lalu, banjir besar sempat melanda 11 kecamatan dan berdampak pada sekitar 60 ribu warga.
Dia menegaskan, empat DAS besar di Merangin berperan besar terhadap potensi kerawanan banjir.
"Warga yang tinggal di bantaran sungai agar mengurangi aktivitas di sekitar aliran air dan menjaga kebersihan drainase,” imbau Rudi.
BPBD Merangin juga akan membentuk posko siaga yang dipusatkan di kantor BPBD.
| Sampah Meluap di Pasar Rantau Panjang, Pemkab Merangin Turun Tangan |
|
|---|
| Merangin Peringkat Dua MBG di Jambi, Sekda Minta Kualitas dan Transparansi Dijaga |
|
|---|
| Sekda Zulhifni Pimpin Rapat Evaluasi MBG, Ingatkan Kualitas dan Kebersihan |
|
|---|
| WFH Berlaku di Merangin, Bupati Ingatkan ASN Tetap Produktif dan Diawasi |
|
|---|
| Pemkab Merangin Gelar Apel dan Halal Bihalal, Bupati Tekankan Kedisiplinan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/RAWAN-BENCANA-DI-MERANGIN-Sungai-Batang-Merangin-di-Kabupaten-Merangin.jpg)