Jumat, 5 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Batang Hari

70 Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Batang Hari, Terluas 45 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari terus meluas. Hingga September 2025, tercatat ada 132 hotspot dan 37 fire spot

Tayang:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
KARHUTLA - Usai kebakaran yang menghanguskan dua hektare lahan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Saifuddin, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Hari, Jambi menyiagakan personel di lokasi untuk mencegah kebakaran susulan. 

TRIBUNJAMBI.COM, BATANG HARI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari terus meluas. Hingga September 2025, tercatat ada 132 hotspot dan 37 fire spot tersebar di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang Hari, luas lahan yang terbakar mencapai 70,32 hektar.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Batang Hari, Sholihin, mengatakan api muncul di banyak titik berbeda.

“Meski sekarang masuk masa pancaroba, status siaga karhutla tetap diberlakukan sampai Oktober,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Baca juga: Pasca Pohon Besar Tumbang di Jalan Simpang Sungai Duren Jambi, Lalu Lintas Berangsur Lancar

Sholihin juga mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan. Tim Satgas juga rutin patroli dan memberikan sosialisasi ke warga,” jelasnya.

Dari data sebaran, Kecamatan Bajubang menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 47 hotspot dan 6 fire spot. Lahan yang terbakar di wilayah ini seluas 5,75 hektar.

Di Kecamatan Muara Tembesi, tercatat 4 hotspot dan 5 fire spot dengan luas lahan terbakar 3,46 hektar.

Kecamatan Maro Sebo Ulu mencatat 26 hotspot, 3 fire spot, dan 7 hektar lahan terbakar.

Sementara itu, Muara Bulian menempati posisi terbesar dari sisi luas kebakaran, yakni 24 hotspot, 14 fire spot, dan 45,43 hektar lahan hangus.

Wilayah lain yang juga terdampak adalah Kecamatan Batin XXIV (16 hotspot, 1 fire spot, 0,36 hektar terbakar), Pemayung (2 hotspot, 2 fire spot, 4 hektar terbakar), Maro Sebo Ilir (2 hotspot, 1 fire spot, 0,02 hektar terbakar), serta Kecamatan Mersam (11 hotspot, 5 fire spot, 4,3 hektar terbakar).

Sholihin menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan karhutla.

“Kami berharap masyarakat lebih waspada dan ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Baca juga: Detik-detik Pohon Besar Tumbang di Simpang Sungai Duren Jambi, 1 Mobil Tertimpa

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved