Harga Perak
Harga Perak Naik Melonjak Tajam Ikuti Jejak Emas, 109 Dolar As Per Ons
Kenaikan harga perak terjadi saat harga emas sukses menembus level psikologis 5.100 Dolar AS per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Harga Perak Naik Tajam Ikuti Jejak Emas
TRIBUNJAMBI.COM - Pasar logam mulia sedang membara. Tidak hanya harga emas hari ini yang mencetak rekor, harga perak hari ini terpantau melonjak tajam sebesar 5,2 persen ke level 109,22 Dolar AS per ons pada perdagangan Selasa (27/1/2026).
Tren positif ini memperkuat posisi harga perak yang telah terbang sekitar 53 persen sepanjang tahun berjalan.
Berbeda dengan harga emas, perak memiliki keunikan karena fungsinya yang ganda.
Selain menjadi aset lindung nilai (safe-haven), perak sangat dibutuhkan dalam industri teknologi dan energi terbarukan.
Hal inilah yang memicu volatilitas tinggi dan lonjakan harga yang signifikan di pasar global.
Emas Tembus Level Psikologis Baru
Kenaikan harga perak terjadi saat harga emas sukses menembus level psikologis 5.100 Dolar AS per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Mengutip laporan Reuters, harga emas spot sempat menyentuh rekor tertinggi di level 5.110,50 Dolar AS.
Baca juga: Perak Cetak Sejarah, Tembus Level 100 Dolar AS per Ons di Tengah Kegilaan Pasar Logam Mulia
Baca juga: Kabar Bahagia untuk Guru Honorer Indonesia Termasuk Jambi, Pusat Beri Insentif Rp400.000 Per Bulan
Baca juga: Bantu Pulihkan Pendidikan Pascabanjir, UNJA dan UNSAM Salurkan Bantuan ke Sekolah di Aceh Tamiang
Sentimen utama penggerak reli ini adalah ketidakpastian geopolitik global yang kian memanas serta kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) yang semakin agresif.
"Logam mulia ini menembus level psikologis 5.100 Dolar AS per ons untuk pertama kalinya, seiring menguatnya permintaan aset safe-haven," tulis laporan tersebut.
Meski kontrak berjangka sedikit terkoreksi, minat investor terhadap logam mulia tetap solid sebagai benteng pertahanan di tengah dinamika politik global.
Tarif dagang AS kembali jadi pemicu
Ketegangan geopolitik terbaru dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan rencana kenaikan tarif impor terhadap sejumlah produk asal Korea Selatan.
Trump menyebut tarif impor mobil, kayu, dan produk farmasi Korea Selatan akan dinaikkan hingga 25 persen.
Trump juga mengkritik Seoul karena dinilai gagal mencapai kesepakatan perdagangan dengan Washington.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260126-Ilsutrasi-emas-dan-perak.jpg)