Human Interest Story
Dari Limbah Sawit Jadi Gula Merah Khas Jambi
Memanfaatkan potensi lokal di Provinsi Jambi, Rumah Kreatif Nek No yang diinisiasi Bunda Rina menjadi usaha ekonomi kolaboratif
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: asto s
Produk itu pun terbilang ekonomis, dijual dengan harga terjangkau mulai dari Rp18 ribu.
Saat ini Rumah Kreatif Nek No sudah berkolaborasi dengan sejumlah cafe lokal yang ada di Jambi.
Selain karena ekonomis, beberapa manfaat lain dari gula sawit yaitu lebih sehat karena indeks glikemiknya yang rendah serta tanpa adanya tambahan bahan pengawet.
Ide, Kreativitas, dan Ekonomi Kolaboratif
Ide kreatif Bunda Rina beragam, tak hanya satu produk. Bersama Rumah Kreatif Nek No, mereka mengembangkan produk turunan lain dari kelapa sawit, seperti cokelat sawit, kopi gula sawit, hingga berbagai olahan pangan lainnya.
Rumah Kreatif Nek No hadir bukan sekadar merk dagang. Tempat ini juga sebagai wadah para wirausahawan berkolaborasi dan belajar.
Di sana, wirausahawan bisa mengembangkan ide dan produknya sendiri.
Melalui inovasi-inovasi, Bunda Rina mengajak masyarakat desa melihat peluang ekonomi baru dari potensi perkebunan kelapa sawit yang ada.
Dia ingin mendorong agar sistem ekonomi kolaboratif yang berbasis kerja sama, bisa diterapkan pada kelompok usaha kecil yang ada di tengah masyarakat.
"Untuk teman-teman yang mempunyai pohon kelapa sawit yang sudah tua, ayo kita gunakan sebagai sebuah ekonomi baru di pedesaan. Terus bangga dengan Jambi dan produksi potensi produk Jambi," ujarnya.
Ini bukan sekadar usaha, tetapi juga wirausaha sosial. Nek No berharap banyak orang yang tergerak untuk memproduksi dan menjual produk lokal, serta inovatif terhadap potensi di sekitarnya.
Dorong Perempuan dan Perekonomian
Rumah Kreatif Nek No juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, semisal Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jambi.
Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, mengungkapkan inovasi yang dilakukan Rumah Kreatif Nek No sejalan dengan tujuan dan upaya TP PKK.
Pada Selasa (2/9/2025) lalu, Hesnidar mengunjungi langsung Rumah Kreatif Nek No. Dia secara langsung menyaksikan proses pembuatan Gulaja.
| Tahanan di Muaro Jambi Suapi Kue Ulang Tahun untuk Anak meski Tangan Terborgol |
|
|---|
| Cerita Sopir Travel Jambi Lima Kali Sepekan Bermalam di SPBU demi Dapat Solar |
|
|---|
| Pelari Bandung Taklukkan Puncak Kerinci Tiga Jam di Ajang Kerinci 100 |
|
|---|
| 5 Fakta Unik Ibu-Ibu Balap Motor Viral pada Momen Idulfitri di Merangin |
|
|---|
| Masjid Magat Sari: dari Sejarah hingga Tradisi Nasi Minyak saat Ramadan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/23082025-nek-no.jpg)