Berita Batang Hari
Blangkon Herman dan Semangat Warga Sridadi Menjaga Tradisi Grebeg Suro
Grebeg Suro ke-8 di Kelurahan Sridadi, Batang Hari berlangsung meriah dengan ribuan peserta.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Di tengah riuh suara gong, dentuman drumband, dan sorak sorai ribuan warga yang memadati jalanan Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Selasa (16/6/2026).
Pria berblangkon hitam tampak tak berhenti melangkah dan mengatur suksesnya acara tahunan ini.
Sesekali ia mengatur barisan peserta pawai, berbicara dengan panitia, lalu kembali memastikan jalannya acara tetap tertib.
Pria itu adalah Herman, Ketua Panitia Grebeg Suro ke-8 yang digelar bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Dari pantauan Tribun Jambi di lokasi, wajah Herman terlihat lelah. Namun senyum tak pernah lepas saat menyaksikan ribuan masyarakat memadati sepanjang rute pawai budaya yang membentang dari RT 01 hingga RT 06 dengan jarak sekira dua kilometer.
Baginya, Grebeg Suro bukan sekadar pesta budaya tahunan. Tradisi yang diwariskan turun-temurun itu menjadi pengingat agar generasi muda tidak melupakan akar budaya leluhur mereka.
"Tahun ini persiapannya lebih matang. Biasanya kurang dari satu bulan, sekarang kami siapkan sejak dua bulan sebelum acara," katanya.
Ia menyebut berbagai persiapan dilakukan bersama warga, mulai dari menyusun undangan, menentukan rute pawai, menyiapkan biaya kegiatan, menyusun rundown acara hingga mengatur para pengisi acara.
Hasilnya terlihat pada pelaksanaan tahun ini. Sekira 3.000 peserta ikut ambil bagian dalam pawai budaya yang berlangsung meriah.
Di sepanjang jalan, masyarakat berdiri berdesakan menyaksikan iring-iringan peserta dengan beragam kostum warna-warni. Penampilan Reog Ponorogo menjadi atraksi yang paling banyak menyita perhatian penonton.
Namun tidak hanya budaya Jawa yang ditampilkan.
Barongsai, Tari Piring hingga atraksi silat dari Sumatera Barat turut memeriahkan acara. Baginya, keberagaman itu menjadi simbol bahwa Grebeg Suro bukan hanya milik masyarakat Jawa, melainkan milik seluruh masyarakat Batanghari.
"Kami mengundang semua. Ada IKM, Paguyuban Pasundan, BKMT dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Muara Bulian. Kami ingin kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan," jelasnya.
Kelurahan Sridadi sendiri dikenal sebagai kawasan yang mayoritas dihuni masyarakat keturunan Jawa. Karena itu, Grebeg Suro telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.
Tahun ini, kemeriahan acara juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani turut hadir bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, Camat Muara Bulian, Lurah Sridadi, unsur Polres Batang Hari, Ketua KONI, Ketua LPM dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
| Penerima Manfaat Program Gizi di Batang Hari Tembus 30.225 Jiwa, 2 Kecamatan Tunggu SPPG |
|
|---|
| Momentum 1 Muharram, Lapas Muara Bulian Ajak Warga Binaan Hijrah Perubahan Lebih Baik |
|
|---|
| Kunjungan ke Lapas Muara Bulian Ditiadakan Pagi Ini karena Kegiatan Internal, Dibuka Siang |
|
|---|
| Bupati Batang Hari Minta Camat Perkuat Peran Pembina Desa |
|
|---|
| Lapas Muara Bulian Ikuti Monev Produk Unggulan dan Bedah Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Grebek-Suri-Sridadi-1.jpg)