Berita Batang Hari
Stok Komoditas Peternakan di Batang Hari Relatif Aman, Telur dan Daging Sapi Masih Kurang
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, Afrizal, menyebutkan stok daging dan telur diperkirakan
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Ketersediaan komoditas peternakan di Kabupaten Batang Hari selama Ramadan 1447 Hijriah secara umum berada dalam kondisi aman, Selasa (3/3/2026).
Meski demikian, masih terdapat kekurangan pada sejumlah komoditas, terutama telur serta daging sapi dan kerbau.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, Afrizal, menyebutkan stok daging dan telur diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.
Namun, berdasarkan data yang ada, persediaan daging sapi dan kerbau saat ini tercatat mencapai 18,3 ton.
Sementara itu, kebutuhan masyarakat diperkirakan berada di angka 19,97 ton.
Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 1,67 ton untuk komoditas daging sapi dan kerbau.
Berbeda dengan daging sapi, komoditas daging ayam justru berada dalam kondisi surplus.
Stok daging ayam yang tersedia mencapai 29,1 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat hanya sekitar 23,4 ton.
“Persediaan stok daging ini hanya untuk bulan Ramadan saja dan mudah-mudahan tercukupi,” kata Afrizal.
“Saat Idul Fitri nanti kemungkinan akan ada penambahan,” lanjutnya.
Kekurangan paling signifikan terjadi pada komoditas telur.
Saat ini stok telur yang tersedia sekitar 12 ribu butir.
Sementara kebutuhan masyarakat selama Ramadan mencapai sekitar 29,9 ribu butir.
Untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, pemerintah daerah akan mendatangkan pasokan telur dari luar daerah.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Afrizal juga mengajak masyarakat yang memiliki modal usaha untuk memanfaatkan peluang di sektor peternakan, khususnya ayam petelur.
“Kami siap membantu dan mendukung masyarakat yang ingin berusaha di bidang peternakan,” ujarnya.
Upaya peningkatan produksi juga terus dilakukan dengan mengembangkan sejumlah lokasi peternakan ayam.
Beberapa wilayah yang menjadi fokus pengembangan antara lain Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, dan Kecamatan Maro Sebo Ulu.
Ia menegaskan, jika terjadi lonjakan permintaan yang berpotensi menimbulkan kekurangan, pemerintah daerah akan mengambil langkah pengendalian.
Salah satunya dengan meminta perusahaan peternakan agar memprioritaskan kebutuhan masyarakat Batang Hari.
“Perusahaan peternakan akan diminta tidak menjual ayam ke luar daerah jika kebutuhan lokal belum terpenuhi,” jelasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Gangguan Sistem Bank Jambi, ASN di Muara Bulian Kehilangan Waktu Kerja
Baca juga: Kapolres Bungo Disanksi Demosi dan Dimutasi ke Polda Jambi, Apa Kasusnya?
| Dapat Instruksi Bupati, Batang Hari Siap Jadi Tuan Rumah Liga Pers Se-Provinsi Jambi |
|
|---|
| Batang Hari Peringkat III Pertumbuhan Ekonomi di Jambi, Sektor Pertanian Penopang Utama |
|
|---|
| Zulva Fadhil Ketua Relawan Rumah Bunda Tingkat Kecamatan Se-Batang Hari |
|
|---|
| Zulva Fadhil Salurkan Bantuan Kursi Roda Untuk Lansia di Rengas Condong |
|
|---|
| Dorong Ekonomi Desa, 39 KDMP di Batang Hari Siap Ikuti Program Bioflok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Peternak-ayam-di-Kerinci.jpg)