Berita Batang Hari
Padamaran dan Gulai Usus Isi Telur Primadona Pasar Beduk Kramat Tinggi Batang Hari
Aroma santan, gula merah, dan aneka gulai menyatu di udara, menghadirkan suasana khas Ramadhan yang selalu dirindukan warga.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Menjelang waktu berbuka, suasana di Pasar Beduk Kramat Tinggi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, tampak lebih ramai dari biasanya, Sabtu (21/2/2026).
Pasar beduk yang diinisiasi Pemkab Batang Hari ini ramai pengunjung saat sore jelang beduk magrib.
Aroma santan, gula merah, dan aneka gulai menyatu di udara, menghadirkan suasana khas Ramadhan yang selalu dirindukan warga.
Di antara deretan takjil dan lauk pauk yang tersaji, kue padamaran dan gulai usus isi telur menjadi primadona yang paling cepat diburu pembeli.
Beragam kue tradisional seperti risol, kue pare, donat, hingga kue lapis tersusun rapi di atas meja para pedagang. Namun, padamaran tampak paling cepat berkurang di Ramadhan 2026 ini.
Kue berbahan dasar santan dan gula merah itu memang lekat dengan tradisi Ramadan di Kabupaten Batang Hari. Rasanya yang manis dan lembut, serta harganya yang terjangkau, membuatnya selalu dicari.
Emriati (50), salah satu pedagang di Pasar Beduk Kramat Tinggi, mengaku setiap hari menyiapkan sekitar 100 buah padamaran untuk memenuhi permintaan.
“Empat buah padamaran harganya Rp5.000. Kalau Ramadan, yang paling banyak dicari pasti padamaran,” ujarnya.
Menurut Emriati, padamaran bukan sekadar jajanan manis, melainkan bagian dari identitas kuliner masyarakat Jambi saat Ramadan.
“Yang lain tetap ada yang beli, tapi padamaran ini memang khas dan paling sering diminta. Mungkin karena ini kue asli orang Jambi,” katanya.
Dari hasil penjualan takjil selama Ramadan, ia bisa meraup keuntungan bersih sekitar Rp200 ribu per hari, meski jumlahnya tidak selalu sama, terutama di awal Ramadan.
Tak hanya kudapan manis, lauk pauk untuk berbuka juga tak kalah diminati.
Di lapak berbeda, gulai usus isi telur menjadi menu andalan yang selalu ditanyakan pembeli.
Dedi (49), pedagang yang telah berjualan selama 21 tahun di pasar beduk tersebut, menyebut menu itu sebagai favorit pelanggan setianya.
“Yang masih jadi primadona sekarang gulai usus isi telur,” tuturnya.
| Bupati Batang Hari Dukung Gerakan MUI Penataan Kuburan Islami |
|
|---|
| Sumur Kering di Bajubang Batang Hari Telan Korban Seorang Ibu-ibu |
|
|---|
| 31 Kasus Kekerasan Terharap Anak dan Perempuan di Batang Hari Tahun Ini, Dominan Asusila |
|
|---|
| Aksi Heroik Damkar Batang Hari Selamatkan IRT Terperosok ke Sumur 4 Meter |
|
|---|
| Daftar 76 Desa/Kelurahan Rawan Karhutla di Batang Hari pada Kemarau 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pedagang-di-Pasar-Beduk-Kramat-TInggi-Kabupaten-Batang-Hari.jpg)