Berita Batang Hari
Zulva Fadhil Harap Grebeg Suro Jadi Ikon Budaya Batang Hari
Ketua TP-PKK Batang Hari mengapresiasi Festival Grebeg Suro sebagai ajang pelestarian budaya.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil, mengapresiasi pelaksanaan Festival Grebeg Suro yang digelar di Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Festival yang menampilkan pawai budaya tersebut telah memasuki tahun ke-8 pelaksanaan dan rutin digelar setiap tahun, kecuali saat pandemi Covid-19 melanda.
Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari Zulva Fadhil mengatakan antusiasme masyarakat pada pelaksanaan Grebeg Suro tahun ini terlihat sangat tinggi. Bahkan, peserta dan penonton yang hadir didominasi oleh kaum ibu.
"Antusias masyarakat sangat luar biasa. Banyak ibu-ibu yang hadir dan menurut saya memang ibu-ibu perlu sering menonton atau mengikuti kegiatan seperti ini sebagai hiburan sekaligus menambah wawasan," katanya.
Pawai budaya yang ditampilkan tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai keberagaman budaya yang ada di Indonesia.
"Melalui kegiatan ini kita bisa melihat bahwa budaya di Indonesia sangat luar biasa. Ini menjadi tambahan wawasan dan khasanah budaya bagi masyarakat," jelasnya.
Diharapkan Festival Grebeg Suro dapat terus dilestarikan dan berkembang sehingga menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Batang Hari.
"Mudah-mudahan pawai Grebeg Suro ini bisa menjadi ikon budaya Kabupaten Batang Hari ke depannya," harapnya.
Terkait pelaksanaan kegiatan, ia menilai secara umum penyelenggaraan sudah berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Meski demikian, pengaturan arus lalu lintas dapat menjadi perhatian untuk pelaksanaan di masa mendatang.
"Untuk pelaksanaan sejauh ini sudah cukup bagus. Mungkin ke depan bisa lebih diperhatikan lagi terkait arus lalu lintas, namun saat ini juga sudah berjalan baik sehingga masyarakat dapat fokus menikmati pawai," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Kelurahan Sridadi tersebut.
Menurutnya, keberadaan Festival Grebeg Suro turut memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
"Kalau tidak ada kegiatan seperti ini, mungkin suasana kebudayaan tidak akan sehidup sekarang. Kami dari pemerintah sangat mengapresiasi dan menyambut positif kegiatan ini," jelasnya.
Ia bangga dengan keragaman budaya yang dimiliki Kabupaten Batang Hari mendapat tempat di hati masyarakat dan terus dilestarikan melalui berbagai kegiatan budaya.
"Kami bersyukur karena ternyata keragaman budaya yang ada di Kabupaten Batang Hari mendapat tempat dan diterima dengan baik oleh masyarakat," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Tim SAR Temukan Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai Batang Hari, 10 Meter dari TKP
| Lapas Muara Bulian Jalin Sinergi dengan Baznas Batang Hari Perkuat Pembinaan Warga Binaan |
|
|---|
| 100 Personel Polres Batang Hari Amankan Grebeg Suro di Sridadi |
|
|---|
| Sekda Batang Hari Apresiasi Grebeg Suro ke-8, Perkuat Ketakwaan dan Pelestarian Budaya |
|
|---|
| Blangkon Herman dan Semangat Warga Sridadi Menjaga Tradisi Grebeg Suro |
|
|---|
| Penerima Manfaat Program Gizi di Batang Hari Tembus 30.225 Jiwa, 2 Kecamatan Tunggu SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Zulfa-Fadhil-123.jpg)