Tradisi Buka Lanse di Kabupaten Batanghari
Salah satu tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat Kabupaten Batanghari adalah tradisi Buka Lanse.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Kabupaten Batanghari memiliki banyak tradisi dan kebudayaan yang beragam. Salah satu tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat Kabupaten Batanghari adalah tradisi Buka Lanse.
Tradisi Buka Lanse sendiri, merupakan salah satu rangkaian atau prosesi dalam pernikahan adat Jambi atau Batanghari khususnya.
Pengurus Sanggar Mayang Mengurai Batanghari, Erwan menjelaskan bahwa Buka Lanse berasal dari dua suku kata yakni Buka dan Lanse. Dimana, Buka artinya membuka atau menyingkap sementara Lanse artinya tabir atau gorden.
Erwan mengatakan, sebelum melangsungkan pernikahan. Biasanya ada beberapa rangkaian acara yang dilakukan masyarakat di Kabupaten Batanghari seperti Ngantar Cakap, Ngantar Tando, dan Ngantar Belanjo.
Setelah rangkaian acara tersebut, barulah diadakan acara pernikahan yang didalamnya terdapat tradisi Buka Lanse.
"Buka Lanse merupakan salah satu kesenian tradisi yang ditampilkan pada saat pernikahan. Jadi Lanse ini seperti syair-syair lagu," ujarnya.
Buka Lanse dijelaskan Erwan merupakan prosesi membuka tirai kamar pengantin diiringi dengan nyanyian syair Buka Lanse, yang biasanya dinyanyikan oleh seorang pria dan wanita.
"Jadi biasanya, kalau ada acara pernikahan. Si tuan rumah menyatar atau menyewa (tim kesenian Buka Lanse,red) biasanya yang membawa Buka Lanse ini ada Jantan dan Betino. Nanti mereka saling berbalas syair sambil diiringi alat musik," jelasnya.
Ia mengatakan dalam syair yang dinyanyikan terdapat kalimat "Bukalah tabir abangku sayang, sarungkan cincin dijari manisku" yang artinya syarat membuka Lanse itu adalah sebentuk cincin sebagai pengisi adat yang disarungkan di jari manis wanita.
Syair Buka Lanse dinyanyikan dan diiringi oleh instrumen musik seperti Akordion, gambus, biola gendang melayu dan gong.
Erwan mengatakan Buka Lanse merupakan tanda kehormatan dari pengantin pria kepada pengantin wanita dengan meminta izin kepada pengantin wanita untuk memasuki kamar adat.
Ia mengatakan hingga saat ini tradisi Buka Lanse ini masih terus dijaga dan dilestarikan di Kabupaten Batanghari.
Masih terus menjaga tradisi Buka Lanse ini adalah Sanggar Seni Mayang Mengurai Rengas Condong.
Baca juga: Dinas Pendidikan Batanghari Jambi Tegaskan PPDB SD dan SMP Gratis
Baca juga: Jelang Idul Adha, Permintaan Hewan Kurban di Batanghari Jambi Meningkat
Baca juga: Pastikan Kesehatan Hewan Ternak, Dinas Bunak Batanghari Lakukan Pengecekan hingga H-3 Idul Adha
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Tradisi-Buka-Lanse-Batanghari.jpg)