Lancar di Aspal Maupun Medan Terjal
TREN modifikasi bergaya Alto (All Terrain Off‑road) pelan tapi pasti mulai diminati pecinta otomotif Jambi
Penulis: wahid | Editor: Deddy Rachmawan
TREN modifikasi bergaya Alto (All Terrain Off‑road) pelan tapi pasti mulai diminati pecinta otomotif Jambi. Gaya modifikasi menyerupai mobil off road ini juga menjadi pilihan Herry Setya Priyatna, pemilik Toyota Kijang Super warna merah tahun 1991.
Lelaki yang akrab disapa Eick ini merombak tampilan mobilnya menjadi lebih gagah dari aslinya. Kesan gagah itu langsung muncul ketika Anda berhadapan langsung dengan mobil berpelat nomor BH 1431 OL ini karena dilihat sekilas saja mobil ini sudah tampak berpostur tinggi dibanding mobil setipenya.
Bila kondisi standar kijang super memiliki ground clearance sekitar 20 cm, maka Kijang Super miliknya dibikin tinggi sekitar 60 cm. Ia menggunakan BodyLift 8 cm dan menggunakan pergantian shock serta per belakang di custom untuk tampilan gagah si merah.
Velg yang digunakan masih terhitung standar, yakni 15 inchi, namun velg tersebut dibalut karet ban yang cukup besar dan tebal sehingga mampu menambah kesan tangguh dan kuat. Roofrack warna hitam yang seakan membingkai atap siap menampung bekal yang tak memungkinkan ditaruh di dalam. Kanvas kaca yang dipasang pada kaca samping paling belakang juga menambah aura penjelajah dari mobil ini.
Anak pertama pasangan Mimin Mintarsih dan Engkos Kosasih ini memang sudah sejak lama suka dunia otomotif. Namun mengotak atik bentuk mobil baru ia lakoni setahun terakhir, setelah Kijang super itu berada di tangannya. Sebelum menganut gaya Alto, mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum Unja ini terlebih dulu membuat kijang ini ceper. Alto sendiri mulai ia kerjakan sekitar empat bulan terakhir.
"Mobil ini sudah lama ada, sejak aku masih SMP tapi masih oke saja mesinnya. Dulu warnanya abu‑abu. Sebelum ke Alto sempet dibuat ceper, tapi ceper agak ribet kalau di sini (Jambi). Kondisi jalannya kurang memungkinkan, was‑was kalau pas pakai, makanya aku coba main ke Alto," katanya kepada Tribun, Rabu (2/1) sore.
Menurut Eick, untuk tipe modifikasi Alto tampilan interior memang tidak begitu ditonjolkan. Meski begitu ia memberikan sentuhan kenyamanan pada bagian dalam. Seluruh interior Kijang super ini dominan merah marun yang berasal dari lapisan kulit yang menempel pada jok, dashbor, dan sisi dalam pintu.
Pada bagian belakang, jatah duduk tiga penumpang dipangkas berganti ruang audio. Namun menurutnya pembuatan audio ini telah dilakukan terlebih dulu sebelum modil Alto dilakukan dan tetap dipertahankan hingga sekarang.
Meskipun sudah termasuk kategori mobil lama, namun ia tetap menyukai Kijang Super tersebut. Selain karena bentuk body yang tidak basi termakan jaman, kondisi mesinnya tetap oke.
"Aku suka Kijang Super ini karena meskipun mobil tua, tapi dia bandel. Dan mau dibikin apa aja (modif.red) juga enak," imbuh pria kelahiran 29 November 1989 ini.
Untuk melengkapi `syarat' modifikasi Alto, Eick tinggal menambahkan footstep, ring depan dan belakang yang saat ini memang belum sempat ia pasang. Bersama clubnya Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) Jambi, dalam waktu dekat ini ia akan melakukan touring yang cukup panjang, yakni ke Bali. Bila biasanya mobil ini sering menempuh jarak Jambi‑Bandung, maka tantangan yang lebih berat siap menanti. (Wahid Nurdin)