Berita Viral
DIKIRA MAINAN: Bocah 2 Tahun Gigit Kepala Ular Kobra Hingga Putus
Sebuah insiden mengejutkan sekaligus mengerikan menggemparkan sebuah desa terpencil di Negara Bagian Bihar, India.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Di rumah sakit, tim dokter segera menangani Govinda karena sebagian bisa ular masuk ke dalam mulutnya saat ia melakukan gigitan maut tersebut.
Baca juga: Reaksi Dedi Mulyadi Dikirimi Ular King Kobra : Candanya Sudah Berlebihan
Baca juga: DETIK-DETIK Ngeri di Sungai Menduk Bangka: Warga Diterkam Buaya, Jasad Utuh dan Ditemukan 1Km
Meski demikian, ada secercah harapan. Dokter Saurab Kumar, seorang profesor madya di departemen pediatri rumah sakit tersebut, menyampaikan optimisme bahwa Govinda kemungkinan besar akan selamat.
Kunci dari keselamatan bocah ini terletak pada fakta bahwa bisa ular kobra tidak sempat masuk ke aliran darahnya.
Ini adalah faktor krusial yang sering kali menentukan nasib korban gigitan ular berbisa.
"Saya menerima anak itu dalam keadaan aktif dan waspada, tetapi mulut dan wajahnya bengkak karena reaksi terhadap bisa di rongga mulut," ujar Dokter Kumar.
Ia menjelaskan secara medis bahwa meskipun Govinda berhasil menggigit ular kobra, beruntungnya, ular itu tak sempat membalas gigitan dan menyuntikkan bisa ke dalam tubuhnya.
Bisa ular kobra sendiri diketahui mengandung neurotoksin yang sangat berbahaya, mampu mengganggu sistem saraf dan merusak jaringan serta sel darah.
Dengan tingkat keparahan gejala yang bervariasi tergantung pada spesies ular dan jumlah bisa yang masuk.
Pulang dengan Selamat: Kisah Ajaib di Tengah Statistik Dunia
Berkat penanganan medis yang cepat dan tepat, serta faktor keberuntungan yang luar biasa, Govinda berhasil menunjukkan pemulihan yang signifikan.
Dia diizinkan pulang dari rumah sakit pada Sabtu (26/7/2025), hanya sehari setelah insiden dramatis tersebut.
Kisah keberanian dan keberuntungannya ini dengan cepat menyebar, menjadi perbincangan hangat di desa itu dan sekitarnya, dianggap sebagai sebuah keajaiban di tengah ancaman alam liar.
Insiden langka ini juga kembali menyoroti bahaya gigitan ular di seluruh dunia, terutama di wilayah yang padat penduduk dan berdekatan dengan habitat ular.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2023, diperkirakan sekitar 5,4 juta orang di seluruh dunia digigit ular setiap tahunnya.
Angka ini bukan sekadar statistik, karena gigitan tersebut berujung pada konsekuensi yang mengerikan, menyebabkan antara 81.000 hingga 137.880 kematian dan sekitar 400.000 kasus kecacatan permanen akibat amputasi atau masalah kesehatan jangka panjang lainnya.
Beruntung bagi Govinda Kumar, kisah tragisnya tidak berakhir dalam statistik mengerikan tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.