Karhutla di Jambi
Titik Panas di Jambi Meningkat Tajam, Muaro Jambi Tertinggi
Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Jambi kembali meningkat tajam di penghujung Juli.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Jambi kembali meningkat tajam di penghujung Juli.
Data pada Senin, 28 Juli 2025, menunjukkan bahwa Kabupaten Muaro Jambi mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 44 titik, disusul oleh Sarolangun 27 titik, Merangin 24 titik, serta Tanjung Jabung Barat 21 titik.
Sementara itu, kabupaten lain seperti Bungo (7 hotspot), Tebo (6), Batanghari (4), dan Tanjung Jabung Timur (3) titik panas.
Adapun Kerinci, Sungai Penuh, dan Kota Jambi tercatat nol titik panas hingga laporan terakhir hari ini, Senin (28/7/2025).
Lonjakan titik panas sudah terlihat sejak 19 Juli 2025, yang mencatat 10 hotspot. Angka ini kemudian melonjak pada 20 Juli menjadi 39 hotspot, tertinggi dalam bulan ini.
Setelah itu, grafik menurun bertahap, 21 hotspot pada 21 Juli, 12 hotspot pada 22 dan 23 Juli, hingga tersisa 5 titik hotspot pada 28 Juli.
Berdasarkan pengamatan satelit Aqua pada 27 Juli 2025, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kabupaten Merangin, tepatnya di Kecamatan Tabir Ilir dan Tabir. Sedangkan titik panas bertingkat kepercayaan sedang terpantau di Muaro Jambi (Taman Rajo) serta Sarolangun (Batin VIII).
Taufik, Forecaster BMKG, menjelaskan bahwa cuaca kering saat ini merupakan bagian dari pola iklim kemarau yang mencapai puncaknya.
"Cuaca kering akibat pola iklim kemarau yang mencapai puncaknya. Bila kelembaban mencapai 90 persen, barulah potensi hujan muncul," kata Taufik.
Ia juga menegaskan bahwa lahan gambut yang mengering memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran karena sifat tanahnya yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
"Kalau gambut terbakar, sedikit saja susah padamnya," tambahnya.
Menurut Taufik, beberapa faktor yang menyebabkan kondisi saat ini adalah tidak turunnya hujan selama beberapa hari, air tanah yang surut, dan resapan air yang minim ke dalam lapisan gambut. Hal ini menyebabkan lahan cepat kering dan sangat rentan terbakar.
Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa meningkat sewaktu-waktu di musim kemarau ini.
"Jangan membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan, karena hal ini dapat memicu kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Baca juga: Terbongkar, Pembunuhan di Tebo Berawal dari Kencan Sesama Jenis dan Niat Merampok Motor
Baca juga: MENDADAK Mantan Karyawan Nikita Mirzani Bongkar Tabiat Asli Bosnya, Postingan Fitri Salhuteru Heboh
Baca juga: Renungan Harian Kristen 29 Juli 2025 - Tinggal dalam Kemah Tuhan
| Daftar Wilayah di Jambi yang Rawan Karhutla, Daerah Gambut Siaga Bencana |
|
|---|
| Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, KLH Ingatkan Lonjakan Drastis Karhutla |
|
|---|
| Inilah Dua Skema yang Disiapkan Pemprov Jambi untuk Tangani Karhutla |
|
|---|
| Mitigasi Bencana Karhutla, Pemrpov Jambi Siapkan 2 Skema Utama |
|
|---|
| Puncak Kemarau di Jambi Agustus, Kadishut: Siaga 1 Karhutla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Kebakaran-hutan-dan-lahan-karhutla-kembali-terjadi-di-Provinsi-Jambi-Berdasarkan.jpg)