Karhutla di Jambi
Puncak Kemarau di Jambi Agustus, Kadishut: Siaga 1 Karhutla
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Andri Yushar Andira, diprediksi akan ada penurunan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Puncak musim kemarau di Provinsi Jambi diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Jambi mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Andri Yushar Andira, mengatakan diprediksi akan ada penurunan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.
Upaya kesiapsiagaan tidak hanya berfokus pada karhutla, namun juga mencakup pembekalan, menghadapi bencana lain seperti banjir.
“Pembekalan darurat banjir juga, terus kita sampaikan beberapa hal yang inisiasi lah kemudian disepakati untuk antisipasi karhutla. Pada intinya ini tanggung jawab kita bersama untuk mengantisipasi fenomena yang disebut oleh BMKG itu Godzilla El Nino,” katanya.
Dia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kementerian Lingkungan Hidup, penurunan curah hujan di Provinsi Jambi diperkirakan mulai terjadi pada bulan Juni dan mencapai puncaknya pada Agustus.
"Kemarin di Kementerian Lingkungan Hidup juga disampaikan bahwa prediksi untuk Provinsi Jambi mulai rendahnya curah hujan itu mulai bulan Juni, yang diantisipasi puncaknya di Agustus,” jelasnya.
Sebab itu, peningkatan status siaga menjadi satu menjadi langkah penting, yang akan dikoordinasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Ada beberapa tahapan untuk peningkatan status siaga itu. Salah satunya antara lain penetapan dari kabupaten, minimal ada dua kabupaten yang menetapkan siaga, selanjutnya nanti provinsi akan menetapkan tanggap darurat siaga,” ujarnya.
Andri menyebut, pihaknya juga akan melibatkan para pemegang konsesi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan kebakaran.
“Khusus di yurisdiksi kehutanan tentu kami juga akan menyampaikan ini kepada pemegang konsesi kehutanan untuk mengantisipasi, terutama wilayah-wilayah yang rawan kebakaran, baik dari peralatan dan kesiapan personel dalam mengantisipasi,” ucapnya.
Saat ini, dia menambahkan, berdasarkan pantauan satelit, belum terdeteksi adanya titik panas di wilayah Jambi. Tetapi, kewaspadaan tetap ditingkatkan seiring potensi perubahan cuaca.
“Kemarin saya cek di satelit SiPongi, kita hotspot nol. Artinya masih cukup basah kondisi lahan kita. Mudah-mudahan ke depannya masih ada hujan, walaupun intensitasnya mulai berkurang,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Kejati Jambi Tahan 2 Tersangka Korupsi Jalan Ujung Jabung: Eks Pejabat BPN, Negara Rugi Rp11,6 M
Baca juga: Sosok dan Rekam Jejak 2 Tersangka Korupsi Jalan Ujung Jabung Rugikan Negara 11,6 M
| Jumlah Hotspot Sarolangun Terbanyak dari 328 TItik Panas di Provinsi Jambi Selama Agustus |
|
|---|
| Daftar 10 Perusahaan Disegel Kementerian Kehutanan Imbas Karhutla, Termasuk di Jambi |
|
|---|
| Polda Jambi Akan Panggil Paksa Pengusaha E, Pemilik Lahan Terbakar di Desa Gambut Jaya |
|
|---|
| 18 Orang Diperiksa Polda Jambi Terkait Karhutla di Gambut Jaya Muaro Jambi |
|
|---|
| Pelaku Pembakaran Lahan di Merangin Jambi Berhasil Diamankan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/990-Hektare-Sawah-di-Batanghari-Kekeringan-Dampak-Musim-Kemarau.jpg)