Polemik di Papua
MERENGEK KKB Papua Minta Berunding Usai Terdesak Gempuran TNI-Polri
operasi gabungan TNI-Polri intensif di Papua, beredar kabar bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua kini mulai menunjukkan gelagat
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM – Setelah serangkaian operasi gabungan TNI-Polri yang intensif di Papua, beredar kabar bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua kini mulai menunjukkan gelagat keputusasaan.
Bahkan merengek untuk berunding dengan pemerintah.
Klaim ini muncul menyusul keberhasilan aparat keamanan dalam melumpuhkan beberapa pentolan KKB Papua dan mendesak pergerakan mereka di berbagai wilayah.
Juru bicara Satgas Damai Cartenz, Kolonel Infantri Hendra Permana, menyampaikan bahwa tekanan yang terus-menerus diberikan oleh aparat membuat KKB Papua semakin terdesak dan kehilangan ruang gerak.
"Mereka (KKB) memang sudah mulai merasakan dampak dari operasi yang kami lakukan, terutama dalam beberapa bulan terakhir," kata Kolonel Hendra.
"Ada indikasi beberapa kelompok yang mencoba membangun komunikasi informal, seolah-olah meminta jalur untuk berunding."
Baca juga: PROPAGANDA KKB Papua Terus Berlanjut: Klaim TNI Bakar Rumah Warga Dibantah Tegas Mayjen Kristomei!
Baca juga: FENOMENA Spektakuler! Sinar Api Biru Mistik Menari di Kawah Baru Gunung Papandayan
Meski demikian, Kolonel Hendra menegaskan bahwa aparat keamanan tidak akan mengendurkan tekanan.
"Kami tegaskan, tidak ada ruang bagi terorisme dan kekerasan. Proses hukum bagi para pelaku kriminal bersenjata harus tetap berjalan," tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah operasi militer dan kepolisian terukur telah berhasil membatasi pasokan logistik KKB Papua, mengisolasi basis-basis mereka, dan menangkap atau melumpuhkan beberapa komandan lapangan yang selama ini menjadi otak aksi kekerasan.
Kondisi ini disinyalir menjadi pemicu utama di balik "merengeknya" KKB untuk mencari jalan keluar.
Pemerintah Indonesia sendiri secara konsisten menegaskan bahwa pintu dialog selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan NKRI dan mematuhi hukum.
Namun, bagi mereka yang tetap memilih jalan kekerasan dan kejahatan, penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas dan terukur demi keamanan dan kedamaian Papua.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.