Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Nasional

Polisi Dihabisi Polisi saat Pesta di Villa, Celah Waktu Satu Jam tanpa CCTV dan Saksi

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa tiga orang tersangka

Tayang:
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Dok Polda NTB
POLISI DIHABISI POLISI - Brigadir Nurhadi meninggal diduga akibat dihabisi polisi yang merupakan seniornya. 

TRIBUNJAMBI.COM, LOMBOK – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) merilis hasil penyelidikan atas kematian Brigadir Nurhadi, anggota Propam yang ditemukan meninggal dunia di Gili Trawangan, Lombok Utara.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Dua dari tersangka tersebut merupakan anggota kepolisian, yakni Kompol YG dan IPDA HC.

Seorang perempuan yang berada di lokasi kejadian juga turut ditetapkan sebagai tersangka.

Brigadir Nurhadi ditemukan tak bernyawa di Villa Tekek, Gili Trawangan, setelah menghadiri pesta bersama atasan dan seorang wanita.

Kombes Pol Syarif Hidayat menjelaskan bahwa korban bersama dua tersangka dan dua wanita berangkat ke Gili Trawangan dalam rangka berlibur.

"Dari penjelasannya yang satu mereka (tersangka dan korban) ke sana (Gili Trawangan) untuk happy-happy dan pesta," tegas Syarif.

Sesampainya di villa tempat mereka berpesta, korban disebut telah mengonsumsi zat yang diidentifikasi sebagai obat penenang.

Namun, terdapat celah waktu satu jam antara pukul 20.00 hingga 21.00 WITA di mana tidak ada saksi maupun rekaman CCTV yang merekam kejadian, sehingga bagian waktu ini diduga kuat menjadi momen terjadinya tindakan kekerasan terhadap korban.

"Sehingga space waktu ini patut diduga tempat terjadinya (pencekikan) seperti yang disampaikan seperti hasil ekshumasi karena ada faktor sebelumnya diberikan sesuatu yang seharusnya tidak dikonsumsi tapi dikonsumsi," kata Syarif.

Sempat Goda Perempuan

Sebelum kejadian, Nurhadi sempat menggoda salah satu perempuan yang ikut dalam rombongan tersebut, yang merupakan kenalan dari salah satu tersangka.

"Ini dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP," jelasnya.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa kamera pengawas di lokasi hanya terpasang di pintu masuk, dan tidak ada rekaman yang hilang.

Hasil autopsi menunjukkan adanya luka akibat pukulan benda tumpul serta tanda-tanda cekikan di tubuh korban.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved