Berita Inrternasional
KABAR BAIK untuk Suriah: Donald Trump Cabut Sanksi Ekonomi
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri sebagain besar sanksi ekonomi terhadap Suriah.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri sebagain besar sanksi ekonomi terhadap Suriah.
Pencabutan sanksi ini dilakukan Trump usai berjanji kepada presiden interim Suriah, Ahmad Al-Sharaa di Arab Saudi pada Mei 2025 lalu.
Pencabutan itu dibenarkan sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Dia menyebut pencabutan sanksi ini bertujuan untuk "mempromoiskan dan mendukung langkah negara tersebut (Suirah) menuju stabilitas dan perdamaian."
Kendati demikian, kebijakan ini tidak mencakup sanksi terhadap mantan presiden Suriah, Bashar Al-Assad serta keluarganya.
Amerika Serikat juga mempertahankan sanksi untuk pejabat-pejabat Suriah yang diduga terlibat perdagangan narkoba dan pengembangan senjata kimia.
Washington juga tidak mencabut larangan bagi entitas bisnis untuk bekerja sama dengan militer, intelijen, atau institusi tertentu di Suriah.
Plt. wakil menteri keuangan AS bidang intelijen finansial dan terorisme, Brad Smith menyebut pencabutan sanksi dilakukan untuk mengakhiri isolasi ekonomi negara Timur Tengah tersebut.
Baca juga: BALASAN Keras Iran Usai Donald Trump Klaim Selamatkan Khamenei dari Serangan Israel
Baca juga: KAGETNYA 3 Mahasiswa di Semarang Temukan 39 Butir Peluru Aktif di Kedai Es Teh: Kaliber 5.56 mm
Baca juga: PESAN Puan Maharani di HUT Bhayangkara ke-79: Keberhasilan Polri Tak Hanya Statistik Penangkapan
"(Pencabutan sanksi bertujuan) mengakhiri isolasi negara itu dari sistem keuangan global, meletakkan dasar untuk perdagangan global dan menggalang investasi dari tetangga di kawasan, juga dari Amerika Serikat," kata Brad Smith dikutip Associated Press, Senin (30/6/2025).
Pemerintah AS diketahui mulai meringankan sanksi terhadap Suriah usai Trump bertemu Ahmad Al-Sharaa di Riyadh pada 14 Mei 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Trump berjanji akan mencabut sanksi terhadap Suriah yang menderita akibat perang saudara selama 13 tahun.
Langkah AS pun dilaporkan diikuti Uni Eropa yang mencabut hampir seluruh sanksi terhadap Suriah.
Namun, AS dilaporkan masih menetapkan Suriah sebagai "negara sponsor teroris" dan kelompok Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) pimpinan Al-Sharaa sebagai organisasi teroris.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: 4 Tempat Wisata Gratis di Kota Jambi yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan
Baca juga: Panas, Amien Rais Tuding Jokowi Dalang Kecelakaan Anaknya di Tol Cipali 2020, Siapa Ferdian Yudha
Baca juga: KAGETNYA 3 Mahasiswa di Semarang Temukan 39 Butir Peluru Aktif di Kedai Es Teh: Kaliber 5.56 mm
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20250701-Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump.jpg)