Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Gagal Lumpuhkan Hamas, Israel Memilih Fokus Pembebasan Sandera

Dua tahun konflik berkepanjangan yang tidak kunjung memusnahkan eksistensi Hamas, Israel akhirnya mengubah arah serangan.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Tangkapan Layar Khaberni
TENTARA ISRAEL - Dua tahun konflik berkepanjangan yang tidak kunjung memusnahkan eksistensi Hamas, Israel akhirnya mengubah arah serangan. 

TRIBUNJAMBI.COM -Dua tahun konflik berkepanjangan yang tidak kunjung memusnahkan eksistensi Hamas, Israel akhirnya mengubah arah serangan.

 Prioritas kini bukan lagi pembongkaran total Gerakan Perlawanan Palestina, melainkan menyelamatkan para sandera yang masih berada di Gaza.

Pernyataan terbaru Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Minggu (29/6/2025), menjadi sinyal kuat perubahan haluan itu.

 Ia menyebut kemenangan atas Iran dalam perang 12 hari membuka “peluang besar”—dan yang utama, adalah membebaskan tawanan.

"Banyak peluang kini terbuka setelah kemenangan ini. Pertama-tama, untuk menyelamatkan para sandera," kata Netanyahu saat berpidato di hadapan pejabat dinas keamanan Israel.


Dulu, Israel berkukuh menempatkan penghancuran Hamas sebagai target utama. Namun, tekanan kuat dari keluarga para sandera dan ketidakmampuan militer Israel mengeliminasi struktur komando Hamas memaksa pemerintahan Netanyahu menyusun ulang fokus utama.

Pernyataan Netanyahu yang menyebut pembebasan sandera sebagai "tujuan nomor satu" langsung disambut oleh Forum Sandera dan Keluarga Hilang. 

Dalam pernyataan resminya, forum itu menyebut langkah Netanyahu sebagai pengakuan penting atas tuntutan publik yang selama ini terabaikan.

"Setelah 20 bulan, pengembalian para sandera akhirnya ditetapkan sebagai prioritas utama oleh perdana menteri. Ini harus diterjemahkan dalam bentuk kesepakatan komprehensif yang mengembalikan seluruh sandera dan mengakhiri pertempuran di Gaza."


Klaim Israel bahwa mereka telah menguasai 75 persen wilayah Jalur Gaza tak sepenuhnya menjelaskan realitas di lapangan.

 Evaluasi internal militer Israel sendiri mengakui bahwa Hamas masih memiliki struktur komando, pasukan bersenjata, dan pengaruh terhadap warga sipil.

Rencana pembongkaran Hamas melalui “kereta perang Gideon”—strategi militer bertahap belum menunjukkan hasil signifikan.

Beberapa pejabat bahkan menyebut bahwa kemenangan di medan tempur tidak cukup untuk menyatakan Hamas kalah.

Sementara itu, sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, terus menunjukkan eksistensinya. 


Mereka baru-baru ini kembali menyerang permukiman Israel dengan roket dan menewaskan tujuh tentara dalam sebuah penyergapan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved