Wawancara Eksklusif
Kisah Kemitraan dan Penggunaan Bibit Sawit Unggul TOPAZ, Terbukti Sejahterakan Petani
Bibit unggul sawit Topaz menjadi andalan petani di Jambi karena terbukti memberikan banyak keuntungan untuk petani sawit.
Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
BIBIT unggul sawit Topaz menjadi andalan petani di Jambi karena terbukti memberikan banyak keuntungan untuk petani sawit.
Bagaimana petani kelapa sawit di Jambi pengguna mendapatkan keunggulan karena menggunakan bibit kelapa sawit Topaz?
Program Talkshow Mojok Tribun Jambi menghadirkan narasumber yang merupakan orang-orang inspiratif di bidang kelapa sawit.
Ada Yoppy Dedywiryanto, Head of Plant Breeding Asian Agri yang merupakan sosok ilmuawan yang selalu berinnovasi menghasikan bibit sawit unggul terbaik. Kemudian Andika Candra, anak muda inspiratif yang berani mengambil keputusan dari seorang perawat menjadi petani sawit bahkan sekarang menjadi penangkar sawit.
Lalu ada juga hadir H Zulkifli Sihombing, petani kelapa sawit senior yang sudah berhasil membangun bisnis keluarga dari hasil berkebun kelapa sawit dengan menggunakan bibit sawit unggul Topaz.
Berikut wawancara Jurnalis Tribun Jambi M Ferry Fadly bersama beberapa narasumber.
TJ: Pak Yoppy, melihat video tadi tampak bahwa Asian Agri sangat berkomitmen untuk menghasilkan bibit sawit unggul. Bisa cerita sedikit terkait bagaimana sejarah pengembanhan bibit sawit unggul Topaz?
YD : Sejarah pengembangan bibit Topaz didasari oleh Visi Asian Agri untuk menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar dengan pengelolahan terbaik dan berkelanjutan serta selalu berkomitmen untuk memberikan nilai-nilai terbaik bagi community, country, climate, customer, dan company.
Karena kami percaya dengan menerapkan prinsip 5C tersebut akan tercipta nilai-nilai positif bagi semua pihak.
Visi untuk menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, diperlukan program-program riset dan pengembangan untuk mendapatkan praktik bidudaya terbaik dan juga bahan tanam terbaik.
Oleh karenanya pada tahun 1989, 10 tahun setelah berdirinya perkebunan Asian Agri, didirikanlah fasilitas R&D (Research & Development) Asian Agri di Desa Bahilang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.
Empat tahun kemudian pada tahun 1992, Asian Agri lewat OPRS Topaz melakukan seleksi pohon-pohon induk Dura dan Pisifera terbaik yang ada di Costa Rica guna menghasilkan bahan tanam unggul yang terbaik.
Bahan tanam unggul dan praktik budidaya terbaik harus berjalan beriringan untuk memastikan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit serta pencapaian produktifitas maksimalnya.
TJ : Dari poenjelasan bapak, dapat kami simpulkan bahwa untuk menghasikan bibit sawit unggul Topaz di butuhkan komitmen dan dukungan besar dari Top Manajemen Asian Agri ya pak, karena penelitian berpuluh tahun tentu saja membutuhkan biaya yang besar. Apa hasil / keunggulan bibit sawit unggul Topaz, Pak ?
YD : Empat Varietas Unggul Topaz yang berhasil dirilis oleh OPRS Topaz pada tahun 2004.
Yaitu Topaz 1 (Dura Deli x Pisifera Nigeria), Topaz 2 (Dura Deli x Pisifera Ghana), Topaz 3 (Deli Dura x Pisifera Ekona), dan Topaz 4 (Dura Deli x Pisifera Yangambi), mampu berproduksi tinggi berdasarkan hasil pengujian multi lokasi persilangan DxP Generasi 1 Topaz yang ditanam pada tahun 1996 di dua provinsi, Sumatera Utara dan Riau dengan 3 jenis tanah yang berbeda.
Jadi Varietas unggul Topaz mampu berproduksi tinggi pada berbagai jenis iklim dan tanah di Indonesia.
Pengujian DxP Unggul Topaz tidak berhenti pada pengujian generasi satu, tetapi terus berlanjut pada generasi duanya, yaitu berdasarkan pengujian kombinasi persilangan dari indukan yang telah tertanam di OPRS Topaz.
Pengujian Generasi 2 DxP Unggul Topaz dilakukan secara komprehensif dan konsisten dari tahun ke tahun sejak tahun 2002, dan hingga saat ini telah lebih dari 700 hektar lahan yang telah ditanami untuk pengujian Generasi 2 DxP Unggul Topaz.
Berdasarkan pengujian Generasi 2 inilah, saat ini, OPRS Topaz hanya memproduksi kombinasi-kombinasi persilangan yang telah teruji dan terbukti menghasilkan 24 ton TBS di TM 1, rata-rata 38 ton TBS pada TM 3 s/d TM 6 dan OER 29 persen dengan potensi CPO lebih dari 10 ton/ha.
Sedangkan kombinasi-kombinasi persilangan yang mempunyai potensi CPO kurang dari 10 ton/ha telah dikeluarkan dari lini produksi DxP Unggul Topaz.
Hanya mutu terbaik yang diberikan bagi pelanggan, dan ini adalah komitmen OPRS Topaz untuk selalu memberikan nilai-nilai terbaik bagi pelanggannya.
Komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi pelanggannya juga diimplementasikan saat merilis Varietas DxP Topaz GT pada tahun 2019, yaitu dengan menggunakan isolat ganoderma yang paling agresif yang dimiliki oleh OPRS Topaz.
Penggunaan isolat ganoderma yang paling agresif pada fasilitas ganoderma screening akan menghasilkan jumlah kombinasi dengan infeksi kurang dari 50 % yang jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan penggunaan isolat ganoderma yang kurang agresif.
Dikarenakan menggunakan isolat ganoderma yang paling agresif, maka hanya 18 kombinasi persilangan yang berhasil dirilis oleh OPRS Topaz pada tahun 2019 dari ribuan kombinasi yang diujikan.
Sejak 2004 hingga saat ini, telah lebih dari 200 juta kecambah DxP Unggul Topaz yang telah dikirim ke seluruh Indonesia dan juga luar negeri, lebih dari 1 juta hektare lahan yang telah menanam DxP Unggul Topaz.
DxP Unggul Topaz telah diekspor ke beberapa negara seperti: Afrika, Gabon, Filipina, India & Guetemala.
TJ : Bagaimana tanggapan petani yang sudah menggunakan bibit Topaz?
YD : Awalnya bibit Topaz lebih banyak ditanam oleh petani-petani kelapa sawit swadaya, dan dari petani sawit swadaya inilah bibit Topaz dikenal luas, jadi bisa Saya simpulkan bahwa petani yang telah menanam Topaz akan merasa sangat puas dengan hasil yang didapatkannya.
Mungkin nanti secara detail bisa disampaikan oleh Pak Riko Ramdan, tentang kepuasan menanaman bibit Topaz yang telah dirasakannya.
TJ : Bagaimana kriteria panen yang tepat untuk menghasilkan rendemen minyak yang maksimal? Apakah ada teknologi atau metode baru yang diterapkan untuk memantau proses tersebut?
YD : Kriteria panen untuk menghasilkan rendemen minyak yang maksimal adalah,, “back to basic”. Kriteria panen berdasarkan berondolan yang telah memberondol dari tandanya atau yang telah jatuh ke piringan, bukan pada perubahan warna buah yang teramati.
TJ : Apakah benar buah hijau atau buah virescence memiliki rendemen minyak yang rendah?
YD : Terdapat 3 varietas kelapa sawit berdasarkan warna buahnya, yaitu: (1) Nigrescence, seperti tandan buah yang kita bisa lihat disini, saat buah mentah berwarna hitam dan berwarnah merah tua saat matang; (2) Virescence, buah berwarna hijau saat muda dan berwarna oranye saat matang; (3) Albescence, berwarna pucat dan biasanya tidak dikembangkan secara komersial.
Berita tentang rendahnya rendemen minyak pada buah virescence (buah hijau saat mentah) tidaklah tepat. Berdasarkan 81 persilangan dengan melibatkan lebih dari 1500 pohon untuk masing-masing warna buah, tidak didapatkan perbedaan yang siginifikan secara statistik untuk parameter jumlah tandan ataupun berat tandan per tahun dari TM 1 s/d TM 6.
Begitu juga dengan kandungan minyaknya, tidak ada perbedaan yang signifikan untuk parameter fruitset, besar berondolan, tebal mesocarp, besar kernel, tebal cangkang serta kandungan minyak berdasarkan lebih dari 2000 tandan yang teranalisa untuk masing-masing warna buah.
Kriteria panen buah yang hanya didasarkan perubahan warna dan bukan pada jumlah berondolan akan mengakibatkan rendemen minyak buah virescence yang terpanen akan sangat rendah bila dibandingkan dengan buah nigrescence yang terpanen.
Proses perubahan warna kematangan buah virescence dari warna hijau saat mentah lalu berubah menjadi kuning kehijauan dan berubah lagi menjadi orange saat matang adalah perubahan warna yang sangat kontras bila dibandingkan dengan proses perubahan warna kematangan buah nigrescence yang hanya berubah dari hitam saat mentah dan berubah menjadi merah kehitaman saat matang.
Saat pohon kelapa sawit sudah mulai tinggi dan saat pemanen bisa mengidentifikasi perubahan warna pada buah nigrescence dari warna hitam ke warna merah kehitaman, maka buah nigrescence tersebut sudah hampir matang dan proses sintesa minyak sudah pada tahap lanjut.
Proses ini akan jauh berdeda dengan buah virescence yang dipanen saat hanya berdasarkan perubahan warna dari hijau ke warna kuning kehijauan ataupun yang sudah mulai sedikit berwarna oranye, pada tahap ini buah tersebut masih sangat muda dan proses sintesa minyak masih pada tahap awal.
TJ : Apakah manfaat yang bisa didapatkan dengan menanam bibit dengan buah virescence?
YD : Warna oranye yang kontras pada buah virescence akan memudahkan pengidentifikasian ada tidaknya berondolan yang sudah memberondol dan tersangkut pada pangkal ketiak pelepah tua saat tanaman sudah mempunyai tinggi lebih dari 8 meter.
Kemudahan pengidentifikasian berondolan yang sudah membrondol dan tersangkut pada pangkal pelepah ini akan dapat meminimalkan losses akibat buah busuk yang terlewat panen pada rotasi sebelumnya.
TJ : Bagaimana cara mendapatkan benih Topaz yang asli?
YD : Untuk mendapatkan kecambah DxP Unggul Topaz yang asli adalah dengan menghubungi hotline Topaz di 0823-1177-4500 atau lewat email Topaz di topaz@asianagri.com dan pembayarannya dilakukan dengan menstransfer ke Rekening Bank Panin 500.505.5851 atas nama PT Tunggal Yunus Estate dan bukan nama perorangan.
TJ : Bagaimana cara Topaz menjaga kualitas kecambah yang diproduksi?
YD : Untuk kualitas produksi, saat ini Topaz hanya memproduksi kombinasi persilangan yang teruji dan terbukti mampu menghasilkan 24 ton TBS di TM 1, rata-rata 38 ton TBS pada TM 3 s/d TM 6, OER 29?n CPO di atas 10 ton/ha.
Sedangkan untuk menjaga kualitas fisik kecambah yang dihasilkan: proses produksi kecambah Topaz telah tersertifikasi oleh ISO mutu 9001 dan setiap butir kecambah yang dijual telah tersertifikasi oleh UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Riau.
Guna menjaga kualitas keaslian kecambah Topaz yang dikirim: kecambah Topaz dikemas dalam kemasan eksklusif dengan menggunakan 2 jenis segel berbeda yang sulit dipalsukan dan pemberian sertifikat kecambah Topaz yang mempunyai nomor seri unik dan mampu telusur.
TJ : Setelah kita mengetahui tentang bibit sawit unggul Topaz, yang kata Pak Yoppy tadi sangat luar biasa. Maka mari kita tanya dulu kepada petani sawit sekaligus penangkar bibit sawit unggul Topaz, yakni Bpk Andika Canda.
Apa kabar, Pak Andika? Pak Andika, bersama tadi kita sudah mendengarkan penjelasan terkait bibit sawit unggul Topaz langsung dari Head Plant Breedernya. Kali ini saya mau bertanya-tanya kepada Bapak, selaku petani langsung yang menggunakan Topaz. Pak Andika, boleh cerita sedikit, bagaimana awal Bapak terjun ke dunia sawit?
AC: Alhamdulillah, sehat. Terima kasih sudah mengundang saya.
Dulu saya seorang perawat. Tapi sejak menikah, saya memutuskan beralih profesi menjadi petani sawit, mengikuti jejak orang tua.
Saya mulai menanam sawit tahun 2018, tapi waktu itu karena keterbatasan modal, saya hanya mampu membeli bibit sawit abal-abal.
Harganya murah, tapi dampaknya ternyata tidak baik, karena produksi kebunnya tidak maksimal..
TJ: Apa dampaknya pak, kalau menanam sawit tidak menggunakan bibit sawit unggul ?
AC : Panen perdananya lama, sampai 33 bulan, dan hasilnya rendah sekali. Dari lahan 3,2 hektare, saya hanya panen 62,5 kilogram.
Dari situ saya sadar, kualitas bibit itu sangat menentukan terhadap produksi kebun.
TJ: Wah, pengalaman yang mengajarkan banyak ya, ternyata maksud menghemat malah jadi merugi ya pak, karena selama usia pokok sawit (+/- 25 tahun) produksi kebun akan rendah / tidak maksimal. Lalu kapan Bapak beralih ke bibit unggul?
AC: Pada September 2021, saya mau membuka lahan baru 2,9 hektar.
Saya lakukan banyak survei tentang bibit unggul, termasuk melihat langsung hasil kebun yang memakai Topaz, baik di grup perusahaan Asian Agri maupun mitranya.
Saya sangat terkesan.
Akhirnya saya tanam menggunakan bibit Topaz.
TJ: Berarti untuk pembangunan kebun yang baru, bapak sudah “kapok” ya pak menggunakan bibit sawit abal-abal ? Sehingga sebelum memutuskan penanaman bapak terlebih dahulu melakukan survey tentang bibit sawit unggul dan akhirnya “jatuh hati sama bibit sawit unggul produksi Asian Agri. Setlah menggunaklan bibit sawit unggulk Topaz, bisa cerita bagaimana hasilnya?
AC: Hasilnya luar biasa. Saya sudah panen perdana di usia 22 bulan, hasilnya 120,6 kilogram. Jauh berbeda dari pengalaman sebelumnya.
Sudah panen cepat dan hasilnya juga memuaskan.
Hal ini membuat saya semakin yakin menggunakan bibit sawit unggukl Topaz, karena saya sendiri sudah membuktikannya. Topaz memang unggul !.
TJ: Pak Andika, khabarnya bapak juga menjalankan usaha penangkaran, bisa cerita apa yang memotivasi Bapak membuka penangkaran bibit sawit dan mengapa memilih menjadi penangkar bibit sawit unggu Topaz ?
AC: Awalnya saya lihat di tempat saya Sorolangun, banyak petani yang kesulitan untuk mendapatkan bibit sawit unggul. Karena kalau beli kecambah artinya mereka harus menunggu lebih lama, karena kecambah harus di semaikan dulu dan menunggu 11-13 bulan baru bisa dilakukan penanaman.
Sedangkan kalau mereka membeli bibit sawit, mereka kesulitan untuk mengangkut bibit dari Riau ke Sarolangun Jambi. Sehingga hal ini menginisiasi saya untuk membuka penangkaran.
Kebetulan pada 2020 saya juga membutuhkan bibit sawit untuk kebun pribadi saya. Maka saya buatlah areal pembibitan kecambah sawit di lahan 0,5 hektar.
Ternyata banya petani yang tertarik ingin membeli bibit, sehingga saat itu terbersit di hati saya untuk membuka bibitan untuk di jual ke petani yang membutuhkan.
Sehingga pada tahun 2024, saya bersama rekan saya mengembangkan areal penangkaran seluas 10 Ha.
TJ: Luar biasa sekali pak, dari awal hanya iseng membuka bibitan untuk kebutuhan sendiri, dan dalam waktu singkat sudah berhasil menambah luasan penangkaran menjadi 10 Ha! Berarti bibit sawit Topaz hasil penangkaran Bapak laris sekali ya, Pak?
AC: Alhamdulillah, di tahun 2025 ini, penangkaran saya sudah menjual lebih dari 1 juta kecambah.
TJ: Hebat! Lalu soal kebun Bapak sendiri, apakah masih berkembang?
AC: Masih. Di Desember 2022, saya tanam Topaz 1—varietas buah kuning yang biasa dikenal dengan sebutan buah Malaysia—sebanyak 200 batang atau 75?ri lahan 1,6 hektare.
Sisanya, 40 batang saya tanam bibit unggul lain untuk pembanding.
TJ: Wah, bapak juga menanam buah kuning / buah Malaysia ? Apa bapak tidak takut kalau nanti TBS bapak tidak laku ? Karena khabarnya kan pabrik banyak menolak buah Kuning ? dan Mengenai hasil buah kuning ini pak, apakah sama dengan buah TBS yang merah ? Mohon penjelasannya pak.
A: Dulu memang saya dengar ada isu bahwa buah kuning / buah Malaysia itu susah di jual karena pabrik banyak menolak.
Seperti yang saya bilang tadi, ketika saya menanam buah sawit Kuning Topaz 1, varieatas buah kuning ini sebenarnya sudah bisa dipanen lebih awal, tapi karena lahan tempat saya tanamnya tupang tindih dengan padi, saya tunggu panen padi dulu.
Jadi panen perdana dilakukan di usia 28 bulan, dan hasilnya 500 kg dari 200 batang.
Sementara bibit lainnya (bukan Topaz) yang saya tanam bersamaan, sampai sekarang belum berbuah.
Jadi jelas, Topaz Merah maupun Topaz Kuning itu tidak ada bedanya dan jualnya juga mudah.
TJ: Wah, Topaz memang benar-benar unggul ya.
Ternyata Topaz ini sesuai dengan tag line nya ya, Pak, bahwa bibit sawit unggul topaz, teruji dan terbukti. Terima kasih banyak Pak Andika atas ceritanya yang luar biasa.
Tribuners, kalau tadi kita sudah mendengarkan testemoni dari pak Andika Candra maka paa hari ini juga telah hadir Bapak hj. Zulkifli Sihombing, petani sawit yang sangat sukses yang katanya beliau sukses berkat bermitra dengan Asian Agri dan menggunakan bibit sawit unggul Topaz.
TJ: Pak Hombing, saya dengar Bapak adalah petani mitra Asian Agri yang menggunakan bibit sawit unggul Topaz dan berhasil membuktikanbahwa kemitraan dan penggunaan bibit sawit unggulTopaz adalah kunci sukses berkebun kelapa sawit.
Oleh karena itu, Pak Haji, kami ingin tahu perjalanan Bapak sebagai petani kelapa sawit. Bisa diceritakan sejak kapan Bapak mulai menanam sawit dan bagaimana ceritanya bisa bermitra dengan Asian Agri?
ZS: Pada tahun 1998 saya merantau ke Merlung, karena penghasilan di kampung saya kecil.
Di Merlung ini saya melihat potensi berkebun kelapa sawit besar karena harga tanah kosong masih dikisaran Rp.300.000 per hektar.
Sehingga awalnya di tahun 1998 saya berkebun sawit hanya seluas 1 Ha.
Perlahan tapi pasti, saya terus berusaha mengembangkan luas kebun sawit saya, pada tahun 2010 saya mulai bermitra dengan Asian Agri.
Dan saat bermitra ini saya mulai menggunakan bibit sawit unggul Topaz dari perusahaan mitra, yakni Asian Agri.
H: Dan bagaimana hasil kebun Bapak sejauh ini setelah menanam bibit Topaz dalam kemitraan ini?
ZS: Hasil kebun saya adalah 30 ton per hektare per tahun. Itu artinya dari dua hektare, saya bisa menghasilkan sekitar 60 ton per tahun.
Ini hasil nyata yang saya alami sendiri, bukan sekadar cerita.
Sangkin sangat memuaskan hasilnya, sebagai petani mitra buah saya kan masuk ke PKS Asian Agri, pihak perusahaan saja sampai menanyakan apa benar ini semua buah hasil dari kebun saya.
Sebab sebagai petani mitra buah mitra-kan dihargai lebih dari buah yang bukan mitra.
Sehingga mungkin perusahaan ragu dan ngak nyangka sebab buah saya bisa mencapai 32 ton/Ha/tahun.
Namun setelah di tilik oleh perusahaan dan terbukti semua memang buah Topaz jadi mereka yakin.
Jadi hasil dari bibit sawit unggul Topaz ini memang benar-benar unggul, dan kalau dikelola dengan baik, hasilnya sangat memuaskan.
Saya yang mengawali kebun hanya dengan luasan 2 Ha, saat ini kebun kemitraan say asudah mencapai 198 Ha dengan produksi pertahun rata-rata 30/ton/ha/thn.
TJ: Luar biasa, Pak. Banyak petani ingin sukses seperti Bapak. Tapi tentu mereka juga harus tahu apa saja yang harus disiapkan sebelum memulai kemitraan.
Karena banyak petani di luar sana yang ingin bermitra, tapi masih bingung dari mana harus mulai. Sebenarnya, apa sih hal paling penting yang harus dipersiapkan oleh petani sebelum memulai kemitraan dengan Asian Agri?
ZS: Yang paling utama dalam kemitraan adalah ya harus punya kebun terlebih dahulu. Itu fondasi awal. Kalau sudah ada kebun, baru bisa kita bicara soal kemitraan.
Karena kemitraan ini bukan hanya soal kerja sama, tapi juga komitmen untuk mengelola kebun dengan baik dan produktif.
TJ: Setelah punya kebun dan bergabung dalam kemitraan, tentu ada langkah-langkah untuk memaksimalkan hasil. Boleh Bapak berbagi tips untuk petani lain supaya mereka bisa sukses juga seperti Bapak?
ZS: Tentu. Yang paling penting adalah meningkatkan kemauan dalam berkebun kelapa sawit. Petani harus serius dan semangat mengelola kebunnya.
Dan satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan: harus menanam bibit sawit unggul Topaz.
Bibit ini sudah terbukti unggul, dan hasilnya sangat memuaskan kalau dirawat dengan benar.
TJ: Wah, luar biasa. Tapi Pak, masih banyak petani yang ragu, bahkan takut untuk memulai. Apa pesan Bapak untuk mereka, kenapa mereka harus segera bergabung dengan Asian Agri dan menggunakan bibit Topaz?
ZS: Saya cuma bisa bilang: jangan ragu. Saya sendiri sudah membuktikan hasilnya. Kemitraan dengan Asian Agri dan penggunaan bibit Topaz benar-benar membawa perubahan besar.
Dari hasil panen sampai cara pengelolaan kebun, semuanya meningkat.
Jadi, lebih baik mulai sekarang daripada nanti menyesal.
Semakin cepat semakin baik !
TJ: Pesan yang sangat kuat, Pak. Saya dengan dari hasil berkebun “Topaz” Bapak juga sudah berhasil mengembangkan beragam usaha.
Bisa sharing disini pak, agar dapat memotivasi petani sawit lainnya.
ZS : Alhamdullilah sejak bermitra dan menggunakan bibit sawit unggul Topaz, hasilnya sangat luar biasa.
Sehingga saya juga mengambil kesempatan untuk mengembangkan usaha.
Awalnya membuat angkutan truk sendiri, kemudian membuka bengkel, membuka mini market dan juga membuka Hotel.
Seluruh nama usaha saya saya buat ‘Merlung Topaz” karena saya orang Merlung dan Topaz karena ini semua modalnya dari hasil / keuntungan berkebun sawit kemitraan dengan Asian Agri dan dengan menggunakan bibit sawit unggul Topaz.
TJ: Wah, ternyata Topaz terbukti sangat mampu mengangkat perekonomian masyarakat ya pak.
Terima kasih banyak atas cerita-cerita luar biasa yang telah Bapak-Bapak sampaikan.
Sebelum kita akhiri talkshow ini, izinkan saya menanyakan satu hal terakhir.
Kami yakin pengalaman Bapak-Bapak tidak hanya menginspirasi, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan kemitraan dan industri kelapa sawit di Indonesia.
Nah, kalau boleh, kami ingin mendengar apa harapan Bapak untuk perusahaan dan juga untuk para petani sawit lainnya ke depan?
AC : Untuk perusahaan (Asian Agri), Saya berharap Asian Agri terus berinovasi dalam menghasilkan bibit sawit unggul yang semakin baik.
Karena bibit yang berkualitas akan sangat membantu kami petani dalam meningkatkan hasil kebun dan memperbaiki taraf hidup keluarga kami.
Untuk rekan-rekan petani, Saya ingin menyampaikan kepada seluruh petani sawit di Indonesia, jangan ragu untuk memilih bibit Topaz.
Saya sudah membuktikan sendiri keunggulannya, dari segi produktivitas, daya tahan, dan kecepatan panen. Bibit unggul adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan hasil kebun kita.
ZS : Untuk perusahaan (Asian Agri), Saya harap Asian Agri selalu menjaga dan memperluas kemitraan dengan petani.
Karena dari kemitraan inilah kami bisa berkembang dan maju bersama perusahaan. Petani dan perusahaan harus terus saling mendukung.
Untuk petani, pesan saya, jangan takut memulai. Gunakan bibit unggul Topaz dan bergabunglah dalam kemitraan.
Kalau dikelola dengan sungguh-sungguh, hasilnya akan luar biasa. Saya sudah buktikan sendiri dari hanya 1 Ha hingga sekarang 198 Ha.
YD: Untuk petani, Saya berharap para petani tidak ragu dalam memilih bibit Topaz. Bibit ini sudah melalui proses riset, pemuliaan, dan pengujian yang panjang.
Kami, di Asian Agri, memastikan bahwa setiap benih Topaz yang keluar dari fasilitas kami memiliki kualitas terbaik dan potensi hasil tinggi.
Tanamlah bibit unggul, kelola dengan baik, dan lihat sendiri hasil nyatanya.
TJ: Terima kasih banyak, Pak, atas cerita dan inspirasi yang Bapak bagikan hari ini. Semoga makin banyak petani yang tergerak untuk memulai langkah besar bersama Asian Agri dan bibit Topaz. Bapak-bapak sekalian yang juga telah berbagi testemoni kiranya semoga makin sukses dan terus menginspirasi!
Sampai jumpa di talkshow berikutnya, dan jangan lupa—kesuksesan ada di tangan mereka yang berani melangkah!. (*)
wawancara eksklusif
Topaz
Tribun Jambi
Asian Agri
petani sawit
petani kelapa sawit
bibit unggul
bibit sawit
Saksi Kata, Anggota HMI Dikeroyok di UIN STS Jambi hingga Kepala Bocor |
![]() |
---|
Saksi Kata: Sesepuh Kenali Asam Atas Kota Jambi Siap Mati, Heran Zona Merah Pertamina |
![]() |
---|
SAKSI KATA Pasien Somasi RSUD Kota Jambi, Pengacara: Anak 4 Tahun Meninggal |
![]() |
---|
Juliana Wanita SAD Jambi Pertama yang Kuliah, Menyalakan Harapan dari Dalam Rimba |
![]() |
---|
SAKSI KATA: Pengakuan Rosdewi Ojol Jambi yang Akunnya Di-suspend karena Ribut vs Pelanggan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.