Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Kenapa Rusia Belum Membantu Iran Melawan Israel? Ini Jawabannya

Rusia memilih bersikap hati-hati di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Israel.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Generated Gemini AI
PERANG -Meski dikenal sebagai sekutu strategis Iran dalam berbagai isu global, Rusia memilih bersikap hati-hati di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Israel. 

TRIBUNJAMBI.COM - Meski dikenal sebagai sekutu strategis Iran dalam berbagai isu global, Rusia memilih bersikap hati-hati di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Israel.

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa hingga kini, pihak Iran belum secara resmi meminta bantuan dari Moskow.

“Iran belum meminta kami untuk memberikan dukungan lain,” ujar Putin dalam konferensi pers di St. Petersburg, Rabu (18/6).

Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi ketegangan yang kian meningkat antara Teheran dan Tel Aviv, yang telah menyebabkan ratusan korban jiwa dalam sepekan terakhir. Rusia dan Iran selama ini menjalin kerja sama erat, termasuk dalam konflik Suriah dan dalam menghadapi sanksi Barat.

Namun ketika ditanya bagaimana Rusia akan bereaksi jika Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi korban serangan Israel, Putin menolak menjawab.

“Saya bahkan tidak ingin membahas kemungkinan seperti itu,” ucapnya.

Sikap Putin mencerminkan pendekatan berhati-hati Rusia dalam menjaga hubungan dengan berbagai pihak di Timur Tengah, termasuk Israel, di tengah krisis yang terus berkembang.

Saling Serang

Ketegangan antara Israel dan Iran memasuki hari ketujuh dengan saling serang udara yang semakin meluas.

 Pasukan Israel melancarkan serangan ke fasilitas nuklir berat air Iran di Khondab (sebelumnya dikenal sebagai Arak), sementara Iran menembakkan rudal yang mengenai pusat medis utama di kota Beersheba, Israel selatan.

Salah satu rudal Iran menghantam Soroka Medical Center, rumah sakit terbesar di wilayah selatan Israel, menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan.

Pihak rumah sakit menyebutkan bahwa unit gawat darurat menerima beberapa korban luka ringan dan untuk sementara menutup layanan bagi pasien baru, kecuali kasus darurat.

Iran menyatakan target utama serangannya adalah markas Komando dan Intelijen militer Israel (IDF C4I) yang terletak di dekat kawasan teknologi Gav-Yam, tidak jauh dari kompleks rumah sakit.

Media resmi Iran menyebutkan bahwa rumah sakit hanya terdampak gelombang kejut, bukan sasaran langsung.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah meluncurkan puluhan serangan udara terhadap sasaran di Iran, termasuk reaktor nuklir Khondab.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved