Berita Nasional
Konflik Iran-Israel Memanas, WNI Diminta Tunda Perjalanan ke Timur Tengah
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam usai terjadinya aksi saling serang antara Israel dan Iran.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam usai terjadinya aksi saling serang antara Israel dan Iran.
Imbasnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengeluarkan peringatan bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke wilayah yang terdampak langsung konflik.
Dalam situasi yang mengancam keselamatan sipil ini, seluruh rencana perjalanan ke Iran dan Israel, serta penerbangan yang melintasi wilayah udara Timur Tengah, diminta ditinjau ulang.
“Bagi WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Iran dan Israel agar menunda perjalanan.
Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan melalui wilayah Timur Tengah agar mengantisipasi gangguan jadwal penerbangan,” ujar Judha Nugraha, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu (14/6/2025).
Pernyataan itu muncul menyusul serangan rudal Israel ke Teheran pada Jumat dini hari, 13 Juni 2025, yang memicu respons balasan dari Iran.
Negeri para mullah itu meluncurkan ratusan drone bersenjata ke wilayah Israel, memaksa militer setempat melakukan intersepsi besar-besaran dan menutup wilayah udara sipil.
Serangan drone Iran yang terdiri dari unit Shahed 129 dan Shahed 136 menjadi bagian dari unjuk kekuatan terbaru, dan memicu respons militer yang luas serta kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di kawasan.
Komando Front Dalam Negeri Israel bahkan telah mengevakuasi sejumlah wilayah, memperlihatkan bahwa ketegangan kali ini bukan hanya simbolik, melainkan berdampak langsung pada kehidupan sipil.
Dampak situasi ini turut dirasakan oleh warga negara asing, termasuk Indonesia. Kemlu RI mencatat ada 386 WNI di Iran, mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa yang berada di Kota Qom, sekitar 156 kilometer dari Teheran.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Kementerian Luar Negeri membuka akses bantuan melalui hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran: +98 902 446 8889 dan +98 991 466 8845. WNI juga dapat mengakses bantuan melalui aplikasi Safe Travel Kemlu.
Langkah antisipatif ini merupakan bagian dari upaya perlindungan warga negara yang berada di wilayah berisiko tinggi akibat konflik.
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan konflik dan menekankan pentingnya kewaspadaan, baik bagi WNI yang berada di luar negeri maupun yang hendak melakukan perjalanan.
Seiring eskalasi konflik yang masih berlangsung, risiko gangguan penerbangan komersial, pembatasan udara sipil, hingga potensi ancaman terhadap warga asing menjadi perhatian global yang tak bisa diabaikan.
(TRIBUNJAMBI.COM/TRIBUNNEWS.COM)
Baca juga: Ledakan di Sejumlah Titik saat Israel Serang Iran sementara 386 WNI Terjebak di Sana
| Jambi Panen Besar Jika Kapal yang Melintasi Selat Malaka Dipajaki, Lebih Strategis dari Selat Hormuz |
|
|---|
| Rekam Jejak, Peran dan Modus DPO Pencuri Baterai Tower di 43 Lokasi, Termasuk Jambi |
|
|---|
| DPO Spesialis Pencuri Baterai Tower Jambi hingga Bengkulu Diringkus di Sumsel |
|
|---|
| Sosok Kaharuddin, Tokoh Muda Jambi Apresiasi Keberanian Jampidsus Berantas Korupsi |
|
|---|
| Saiful Mujani Dilaporkan Dugaan Makar, Mahfud MD Ingatkan Hukum Tak Jadi Alat Politik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/israel-serang-iran-14062025.jpg)