Roy Suryo Masih Ragukan Keaslian Ijazah Jokowi, Begini Analisisnya
Kontroversi mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat setelah pakar telematika KRMT Roy Suryo menyampaikan analisisnya.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Kontroversi mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat setelah pakar telematika KRMT Roy Suryo menyampaikan analisisnya.
Dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (31/5/2025), Roy Suryo menyoroti perbedaan posisi huruf dan logo Universitas Gadjah Mada (UGM) pada ijazah Jokowi dibandingkan tiga ijazah pembanding yang ia gunakan.
Roy menyebut bahwa hasil identifikasi visual yang dilakukannya bertolak belakang dengan kesimpulan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, yang sebelumnya menyatakan ijazah Jokowi identik dengan dokumen pembanding.
Menurut Roy, perbandingan dilakukan menggunakan metode visual-komparatif dengan tiga ijazah asli milik alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1985, yakni atas nama Frono Jiwo (nomor 1115), Alm Hari Mulyono (nomor 1116), dan Sri Murtiningsih (nomor 1117).
Ketiga ijazah tersebut disebut identik secara elemen visual, khususnya dalam penempatan huruf "Z" pada kata IJAZAH dan huruf "A" terakhir pada kata SARJANA terhadap logo UGM.
Sementara itu, ijazah milik Jokowi yang bernomor 1120 dinilainya tidak menunjukkan kesamaan yang presisi.
“Posisi huruf Z di kata IJAZAH pada ijazah nomor 1120 lebih tinggi dan kurang masuk ke logo UGM dibanding tiga ijazah pembanding.
Demikian pula huruf A terakhir pada kata SARJANA, terlihat lebih keluar ke kanan dan tidak selaras dengan logo sebagaimana yang tampak pada tiga ijazah pembanding,” jelas Roy.
Roy mengaku menggunakan potret fotokopi ijazah Jokowi yang ditayangkan secara resmi oleh Dirtipidum Bareskrim saat konferensi pers pada 22 Mei 2025, guna memastikan validitas bahan kajian.
Namun, pernyataan Roy Suryo berseberangan dengan hasil investigasi resmi kepolisian. Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dari Bareskrim Polri menegaskan bahwa berdasarkan hasil uji forensik, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam kasus ini.
Proses penyelidikan melibatkan uji laboratorium terhadap bahan kertas, tinta, stempel, hingga tanda tangan, dan hasilnya menunjukkan kesamaan antara ijazah Jokowi dengan tiga ijazah pembanding.
“Dari penelitian forensik, antara bukti dan pembanding berasal dari satu produk yang sama,” ujar Djuhandhani dalam konferensi pers.
Kepolisian menyatakan telah memeriksa 39 saksi, termasuk pihak dari Fakultas Kehutanan UGM dan teman-teman kuliah Jokowi. Penyelidikan juga dilakukan di SMAN 6 Solo serta UGM.
Dari hasil tersebut, ijazah dengan nomor 1120 atas nama Joko Widodo dinyatakan asli, dikeluarkan pada 5 November 1985, dengan NIM 1681KT.
Pihak kepolisian berharap temuan tersebut dapat menenangkan publik dan mengakhiri spekulasi terkait keaslian ijazah Presiden ketujuh RI itu. Djuhandhani juga mengajak masyarakat untuk fokus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi stabilitas nasional.
| Projo Pastikan Jokowi Tak Sedang Susun Kekuatan Politik untuk Tantang Prabowo |
|
|---|
| Tepis Isu Pilpres 2029, Projo: Safari Jokowi Alami Sejak Jadi Wali Kota |
|
|---|
| Rencana Jokowi Dibalik Safari Politik, Pengamat: Pastikan Gibran Aman di Pilpres Kedepan |
|
|---|
| Viral Tren My Little Bolu Ketan, Golkar Respon Santai Jingle Mas Bahlil Ganteng atau MBG |
|
|---|
| Sidang Ijazah Jokowi Disebut Bisa 25 Tahun, Dokter Tifa Sesumbar: 709 Dokumen dan 103 Saksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Jokowi-dan-Roy-Suryo-2252025.jpg)