Khazanah Islami

Niat Puasa Dzulhijjah, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Memasuki bulan Dzulhijjah umat Muslim  disunnahkan  melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Tribunsumsel.com/Kolase/sunlight.co.id
PUASA DZULHIJJAH-Jelang Idul Adha, umat Muslim  disunnahkan  melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Jelang Idul Adha, umat Muslim  disunnahkan  melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah.

Bulan ke-12 dalam kalender Hijriah ini menjadi salah satu waktu istimewa dalam Islam, karena di dalamnya terdapat beberapa hari yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT, termasuk hari wukuf di Arafah dan Hari Raya Iduladha.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah dilakukan pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.

 Sembilan hari pertama bulan ini disebut-sebut sebagai hari-hari terbaik dalam setahun untuk beribadah, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari-hari yang amal salih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." (HR. Bukhari)

Di antara sembilan hari tersebut, puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang dikenal sebagai puasa Arafah, memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang." (HR. Muslim)

Karena itu, puasa sunah pada hari-hari ini menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah
Sebelum menjalankan ibadah puasa, umat Islam disunnahkan untuk melafalkan niat. Berikut adalah bacaan niat puasa Dzulhijjah lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya:

Tulisan Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Tulisan Latin:
Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:
"Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala."

Niat tersebut sebaiknya dibaca pada malam hari atau sebelum fajar, sebagai bentuk kesiapan hati dalam menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah SWT.

 Namun, jika lupa mengucapkan di malam hari, masih diperbolehkan berniat di pagi hari sebelum tergelincir matahari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa, karena statusnya adalah puasa sunah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved