Jet Tempur India Babak Belur Dihantam Rudal Pakistan dari Jarak 182 Kilometer

Laporan media Pakistan mengklaim jet J-10C AU Pakistan menembak jatuh jet Rafale India dari jarak 182 km dengan rudal BVR PL-15.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Anadolu/py
PERANG: Ilustrasi pasukan India. Sebanyak 26 wisatawan terbunuh dalam serangan berdarah di Pahalgam, Selasa (22/4/2025) lalu dikhawatirkan picu perang antara India dan Pakistan. (foto: Anadolu/py) 

TRIBUNJAMBI.COM -Laporan media Pakistan mengklaim jet J-10C AU Pakistan menembak jatuh jet tempur Rafale India dari jarak 182 km dengan rudal BVR PL-15.

Klaim ini dikutip dari sumber anonim oleh jurnalis pertahanan setempat, namun belum diverifikasi secara independen oleh pihak netral.

Laporan yang sama menyebut bahwa jarak tembak tersebut disebut-sebut sebagai yang terjauh dalam sejarah pertempuran udara. Meski demikian, tidak ada rujukan resmi atau bukti konkret yang mendukung pernyataan tersebut.

Sebagai pembanding, sebelumnya beredar kabar bahwa jet tempur Su-35S Rusia pernah menembak jatuh MiG-29 Ukraina dari jarak 213 km menggunakan rudal hipersonik R-37M.

 Jika akurat, maka klaim Pakistan masih belum melampaui rekor tersebut.

Jet tempur J-10C sendiri merupakan pesawat generasi 4,5 buatan Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAIG), Tiongkok.

Pesawat ini telah digunakan oleh Angkatan Udara Pakistan sejak Maret 2022 dan juga dikabarkan akan diterima oleh Angkatan Udara Mesir pada awal 2025.

PL-15 yang digunakan dalam insiden ini dikembangkan oleh Akademi Rudal Lintas Udara China (CAMA) dan digadang-gadang sebagai salah satu rudal BVR paling mematikan di dunia.

Namun, varian ekspor PL-15E yang diberikan ke Pakistan memiliki jangkauan lebih terbatas, yakni sekitar 140 km.

 Jika benar rudal yang digunakan mencapai 182 km, maka muncul dugaan bahwa Pakistan telah mendapatkan versi lokal PL-15 yang memiliki jangkauan lebih panjang klaim yang belum mendapat konfirmasi dari otoritas Tiongkok.

Bentrokan antara India dan Pakistan yang dikabarkan terjadi pada awal konflik terbaru ini disebut oleh media sebagai "pertempuran udara terbesar dalam sejarah", melibatkan lebih dari 100 jet tempur dari kedua negara.

 Namun, data lapangan maupun dokumentasi independen atas pertempuran ini sangat minim.

Sementara itu, pejabat Pakistan, termasuk Menteri Luar Negeri Ishaq Dar, menyatakan bahwa mereka berhasil menembak jatuh lima jet India, termasuk tiga Rafale.

 Klaim tersebut juga disebut-sebut mendapat dukungan dari pejabat Amerika Serikat dan Prancis, namun tidak disertai bukti visual atau laporan resmi dari negara-negara tersebut.

Jurnalis CNN Jim Sciutto menulis bahwa sumber intelijen Prancis mengonfirmasi setidaknya satu jet Rafale India jatuh, namun belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Prancis maupun India.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved