172 Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis, Program MBG Dihentikan di Pali

Sebanyak 172 siswa dari 14 sekolah di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, mengalami keracunan makanan usai mengikuti program Makan Bergizi Gratis

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Sripoku.com/ Apriansyah Iskandar
KERACUNAN - Wakil Bupati Pali Iwan Tuaji memberikan keterangan saat menjeguk siswa diduga keracunan di RSUD PALI, Senin (5/5/2025). 172 Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis, Program MBG Dihentikan di Pali 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebanyak 172 siswa dari 14 sekolah di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, mengalami keracunan makanan usai mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG yang disalurkan pada Senin (5/5/2025).

Mereka telah mendapatkan layanan medis di RSUD Talang Ubi dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.

Bupati PALI, Asgianto, menyampaikan bahwa dari total siswa yang terdampak, sebagian besar telah diperbolehkan pulang.

"Alhamdulillah, sebagian besar siswa yang mengalami keracunan tersebut kondisinya sudah membaik dan sudah dipulangkan ke rumah mereka masing-masing. Untuk kondisi saat ini masih ada 9 orang siswa lagi yang masih menjalani rawat inap di RSUD Talang Ubi, dikarenakan selain mengalami keracunan, 9 orang siswa ini ada penyakit bawaan, jadi untuk sementara masih dilakukan perawatan intensif. Namun kondisinya juga sudah mulai berangsur membaik," ujar Asgianto saat dikonfirmasi, Selasa (6/5/2025).

Menanggapi kejadian tersebut, Pemkab PALI menghentikan sementara distribusi makanan MBG.


"Untuk sementara sudah di setop sementara waktu, untuk dilakukan evaluasi terlebih dahulu," tambah Asgianto.

Evaluasi itu dinilai penting untuk memperbaiki sistem distribusi dan kontrol mutu makanan, agar program MBG dapat dijalankan kembali tanpa mengorbankan keselamatan siswa.


"Setelah selesai evaluasi, MBG bisa dilanjutkan kembali, mudah-mudahan prosesnya tidak berlangsung lama, sehingga para siswa dapat kembali menikmati program unggulan yang digagas oleh Presiden Prabowo," lanjutnya.

Pemerintah juga tengah menunggu hasil laboratorium untuk mengidentifikasi penyebab pasti keracunan.


"Ada indikasi keracunan, tapi kita masih menunggu hasil laboratorium. Pengambilan sampel makanan juga sudah dilakukan oleh Dinkes PALI maupun pihak kepolisian," ungkapnya.

Pihak kepolisian kini terlibat aktif dalam penyelidikan.
"Nanti kita tunggu dulu hasil penyelidikan pihak kepolisian, apakah ada unsur kesengajaan maupun kelalaian, kita tunggu dulu hasilnya," tegas Asgianto.

Sejak diluncurkan tiga bulan lalu, program MBG di Kabupaten PALI telah menyasar 3.000 siswa dari 22 sekolah di Kecamatan Talang Ubi.

Makanan dipasok dari satu dapur utama milik Yayasan Vieki Indira dengan penyedia CV Kita Lestari. Pada hari kejadian, 2.400 porsi makanan berisi nasi, olahan ikan tongkol, dan sayuran dikirimkan ke sekolah-sekolah mulai pukul 9 pagi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Trisnawarman, turut turun langsung ke lapangan. Saat melakukan inspeksi ke dapur penyedia makanan di Jalan Merdeka, ia menilai dapur telah memenuhi standar, namun beberapa aspek teknis perlu diperbaiki.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved