Berita Sungai Penuh
TPAS RPT Dinilai Mengancam Lingkungan, Warga Sungai Ning Jambi Minta Ditutup
Warga Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal, mendesak Pemerintah Kota Sungai Penuh, Jambi segera menutup Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Warga Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal, mendesak Pemerintah Kota Sungai Penuh segera menutup Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Renah Padang Tinggi (RPT).
Mereka menilai keberadaan TPAS tersebut telah mencemari lingkungan dan membahayakan keselamatan, terutama saat hujan deras melanda dan sampah meluber ke sungai serta jalan nasional.
Tak jarang, sampah yang berserakan mengganggu lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Baca juga: Pelaku Asusila Anak di Sungai Penuh Mengaku Sudah 10 Kali Beraksi Sejak 2022
Insiden terbaru satu unit mobil terseret arus banjir bercampur sampah hingga masuk ke sungai.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam warga Desa Sungai Ning.
Sungai yang melintasi wilayah mereka menjadi jalur utama aliran limbah.
Padahal sumber air tersebut selama ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi, mencuci, hingga konsumsi.
"Setiap hujan turun, kami tidak bisa tidur nyenyak. Kami khawatir sampah dari TPAS longsor ke sungai yang mengalir ke desa kami," kata Deki Hamdani, tokoh pemuda Sungai Ning.
“Sungai itu kami manfaatkan untuk minum, mandi, dan mencuci. Kami mendesak Pemkot Sungaipenuh segera menutup TPAS di RPT,” tegasnya.
Warga mendesak pemerintah kota mengambil langkah tegas dan konkret untuk mencegah bencana lingkungan yang lebih besar, sebelum pencemaran ini menimbulkan dampak kesehatan yang serius bagi masyarakat. (pit)
Baca juga: Pelaku Dugaan Asusila Anak di Sungai Penuh Jambi Ditangkap Polisi
Update berita Tribun Jambi di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.