Kamis, 14 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 257, Sejarah Grebek Pasar

Berikut pembahasan kunci jawaban buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti atau PAI kelas 9 halaman 257 bagian soal uraian.

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
CANVA
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN-Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 257, Sejarah Grebek Pasar. 


TRIBUNJAMBI. COM - Berikut pembahasan kunci jawaban buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti atau PAI kelas 9 halaman 257 bagian soal uraian.

Pembahasan PAI berikut sesuai dengan  halaman 257  Bab 12 tentang Menelusuri Tradisi Islam di Nusantara.

5. Ceritakan sejarah Grebeg Besar di Demak!

Jawaban:

Grebeg Besar adalah tradisi keagamaan dan budaya yang dilaksanakan di Demak sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Adha sekaligus mengenang sejarah peresmian Masjid Agung Demak.

Tradisi ini bermula pada tanggal 10 Dzulhijjah tahun 1428 Caka, bertepatan dengan momentum 40 hari setelah penyempurnaan Masjid Agung Demak oleh para Wali Songo.

Masjid Agung Demak sendiri didirikan sekitar tahun 1399 Caka atau 1477 Masehi dan merupakan simbol penyebaran Islam di tanah Jawa.

Bukti sejarah berdirinya masjid ini dapat dilihat pada candrasengkala "Lawang Trus Gunaning Janmo" yang terpahat pada bangunan masjid.

Puncak perayaan Grebeg Besar pada awalnya dilakukan sebagai wujud rasa syukur dan sakralisasi tempat ibadah utama umat Islam Jawa kala itu.

Sunan Giri, salah satu tokoh Wali Songo, berperan penting dalam peresmian penyempurnaan masjid pada tahun 1428 Caka.

Acara peresmian itu ternyata menyedot perhatian masyarakat dan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai wilayah sekitar Demak.

Melihat antusiasme masyarakat, para Wali Songo memanfaatkan momentum tersebut sebagai ajang dakwah dan penyebaran ajaran Islam.

Tradisi Grebeg Besar kemudian menjadi agenda tahunan yang dilakukan bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Pada saat perayaan Grebeg Besar, digelar kirab atau arak-arakan gunungan yang berisi hasil bumi sebagai simbol kemakmuran dan berkah dari Allah SWT.

Gunungan ini dikirab dari kompleks Masjid Agung Demak menuju alun-alun dengan iringan musik tradisional dan doa-doa.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved