Kamis, 14 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Menteri Israel Ben-Gvir Diserbu Demonstran di AS

Kunjungan Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir, ke Gedung Capitol, Washington D.C., Selasa (29/4/2025), memicu gelombang protes dan kecaman keras.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
File Anadolu Agency
Kunjungan Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir, ke Gedung Capitol, Washington D.C., Selasa (29/4/2025), memicu gelombang protes dan kecaman keras. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kunjungan Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir, ke Gedung Capitol, Washington D.C., Selasa (29/4/2025), memicu gelombang protes dan kecaman keras.

Dalam kunjungan yang dijadwalkan untuk bertemu sejumlah legislator Amerika Serikat (AS), kehadiran Ben-Gvir disambut unjuk rasa penuh hujatan dari warga dan aktivis.

Menteri yang dikenal dari faksi sayap kanan Israel itu diteriaki "penjahat perang" dan "babi rasis" oleh para demonstran. Bahkan, ada yang berteriak, “Kamu seharusnya di Den Haag,” merujuk pada Mahkamah Internasional tempat para terdakwa pelanggaran HAM diadili.

Ben-Gvir tidak tinggal diam. Dalam suasana panas itu, dia membalas dengan teriakan, “Kalian membunuh bayi!”

Seruan seperti “Kamu memalukan!” dan “Merdeka Palestina!” terus menggema selama ia berada di lokasi. Protes ini mencerminkan kekecewaan publik atas peran Ben-Gvir dalam kebijakan keras Israel terhadap Palestina, terutama selama konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.

Kontroversi makin melebar saat Ben-Gvir mengklaim bahwa sejumlah legislator dari Partai Republik memberikan dukungan terhadap usulannya untuk membombardir gudang makanan dan bantuan kemanusiaan di Gaza.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah Kementerian Luar Negeri AS keesokan harinya. Lewat pernyataan resmi, pemerintah AS menyebut pernyataan Ben-Gvir “bertentangan sepenuhnya” dengan kebijakan luar negeri mereka.

Ben-Gvir sendiri merupakan salah satu tokoh kontroversial dalam kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Bersama Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, keduanya dikenal lantang menyuarakan dukungan terhadap pengusiran warga Palestina dan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel, khususnya di wilayah Tepi Barat.

Laporan dari Anadolu Agency menempatkan Ben-Gvir dan Smotrich sebagai dua sosok paling ekstrem dalam kabinet Israel saat ini. Kebijakan dan retorika mereka dinilai bertolak belakang dengan semangat perdamaian dan hukum internasional.

Sejak konflik bersenjata di Gaza meletus, kekerasan di wilayah Tepi Barat turut meningkat. Jumlah korban di Gaza pun terus bertambah. Hingga saat ini, lebih dari 52.300 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel. Mayoritas korban merupakan anak-anak.

Artikel ini diolah dari Tribunnews.com

Baca juga: 27 Warga Palestina Meninggal akibat Serangan Israel, Ada Sandera yang Sempat Dibebaskan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved