LIPUTAN KHUSUS

Langgengnya Penjarahan Benda Purbakala di Kumpeh Muaro Jambi, Meluas dari 1 Desa ke 10 Desa

Setidaknya sejak 2022 aksi pencurian barang purbakala di Sungai Batanghari wilayah Desa Suak Kandis terjadi. 

|
Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
Tribun Jambi/Muzakkir
PENJARAHAN BARANG PURBAKALA - Penjarahan barang purbakala di Sungai Batanghari di wilayah Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Penjarahan barang purbakala di Sungai Batanghari, tepatnya di wilayah Desa Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, terus terjadi. 

Dari semula hanya di satu desa, kini meluas ke 10 desa. 

Larangan pemerintah agar tak mencari barang purbakala di kawasan cagar budaya bawah air itu pun tidak ada pengaruhnya.

Setidaknya sejak 2022 aksi pencurian barang purbakala di Sungai Batanghari wilayah Desa Suak Kandis terjadi. 

Di bawah air sungai, di desa yang jaraknya hampir tiga jam dari Kota Jambi tersebut tersimpan banyak benda bersejarah. 

Seperti gerabah, mangkok, keris, cincin, emas, dan lainnya.

Beberapa kali tim gabungan turun ke lokasi untuk menyosialisasikan terkait cagar budaya bawah air ini. Pemkab Muaro Jambi bahkan menempatkan petugas. Namun, penjarahan barang purbakala belum berhenti. 

PENJARAHAN BARANG PURBAKALA - Tribun Jambi edisi Senin, 21 April 2025. Penjarahan barang purbakala di Sungai Batanghari, tepatnya di wilayah Desa Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, terus terjadi.
PENJARAHAN BARANG PURBAKALA - Tribun Jambi edisi Senin, 21 April 2025. Penjarahan barang purbakala di Sungai Batanghari, tepatnya di wilayah Desa Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, terus terjadi. (Tribun Jambi)

Para penjarah biasanya mencari barang purbakala tersebut dengan cara menyelam menggunakan alat bantu penyuplai oksigen. 

Mereka nekat menyelam hingga ke dasar Sungai Batanghari

Selain itu, mereka juga menggunakan mesin penyedot untuk mengangkat endapan tanah yang telah menimbun barang tersebut ratusan tahun. 

"Sekarang masih banyak ketek-ketek (perahu) penyelam yang bergelantungan di tengah air," kata Bujang, warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Muaro Jambi. 

Tempat Saudagar Masuk

Wilayah Kumpeh dulunya merupakan tempat masuk orang-orang terutama saudagar kaya dari berbagai negara. 

Kala itu, di sana terdapat pelabuhan terbesar Jambi. 

Banyak kapal bersandar, mulai dari kapal China, Jepang, Arab Saudi, hingga kapal saudagar negeri seberang.

Jika mau masuk Jambi, kapal-kapal saat itu harus bersandar di pelabuhan Kumpeh terlebih dahulu. 

Tak sedikit kapal-kapal ini karam dan tenggelam.

Walhasil, barang-barang yang ada di dalam kapal ikut tenggelam. 

Barang-barang itulah yang kemudian menjadi harta karun dan tersimpan di dasar Sungai Batanghari.

"Ada emas, guci, keramik, gerabah, keris, berlian, dan lainnya," ujar seorang warga yang juga menyebut barang-barang itu sebagai barang antik.

Harga Tinggi

Untuk menyelamatkan benda purbakala yang berada di bawah air Sungai Batanghari, Pemkab Muaro Jambi telah menetapkannya sebagai cagar budaya bawah air. 

Sayangnya, hingga saat ini para penjarah terus berkeliaran.

Kenekatan para pemburu barang purbakala itu lantaran harganya yang tinggi. 

Seorang warga mengungkapkan tak sedikit orang yang menemukan barang purbakala di dasar Sungai Batanghari meraup uang banyak setelah laku terjual. 

Tribun memperoleh kabar bahwa ada kolektor dari luar negeri yang kerap datang ke lokasi untuk membeli barang purbakala hasil temuan warga. 

Kolektor bahkan berani membeli hingga miliaran rupiah. 

Warga Resah

Warga sudah resah dengan maraknya perburuan barang purbakala tersebut. 

Warga Desa Degong Karya, Kecamatan Kumpeh, misalnya. 

Beberapa hari lalu, mereka membakar satu ketek (perahu) pemburu barang purbakala. 

Saat itu, warga ramai-ramai mendatangi lokasi tempat pencarian barang purbakala, termasuk PETI (penambangan emas tanpa izin), menggunakan perahu motor (pompong). 

Setibanya di lokasi, tepatnya di Daerah Aliran Sungai Batanghari RT 08 Desa Gedong Karya, warga menemukan satu unit perahu motor sedang beraktivitas mencari barang purbakala dan PETI.

Warga mengarahkan pelaku untuk menghentikan aktivitas. 

Aktivitas pencurian benda purbakala di Sungai Batanghari kawasan Suak Kandis, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh Muaro Jambi masih berlangsung.
Aktivitas pencurian benda purbakala di Sungai Batanghari kawasan Suak Kandis, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh Muaro Jambi masih berlangsung. (istimewa)

Namun, permintaan warga tersebut mendapat penolakan dari pelaku. 

Akhirnya, warga tersulut emosi dan mulai menyuruh agar pelaku terjun ke Sungai Batanghari.

Melihat warga telah emosi, pelaku terjun ke Sungai Batanghari dan berenang ke tepian sungai. Warga kemudian membakar perahu motor milik pelaku dan meninggalkannya.

"Warga menolak aktivitas ini di desa," kata Zulkarnain, tokoh masyarakat Desa Gedong Karya. (muzakkir)

Baca juga: 5 Berita Populer Jambi, Sekolah Rakyat di Batanghari sedang Disiapkan s/d Cincin di Jari ODGJ

Baca juga: Tukang Gigi Korban Kebakaran di Jelutung Kota Jambi Luka Bakar Serius, Diangkut Ambulans

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved