LIPUTAN KHUSUS
Langgengnya Penjarahan Benda Purbakala di Kumpeh Muaro Jambi, Meluas dari 1 Desa ke 10 Desa
Setidaknya sejak 2022 aksi pencurian barang purbakala di Sungai Batanghari wilayah Desa Suak Kandis terjadi.
Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Penjarahan barang purbakala di Sungai Batanghari, tepatnya di wilayah Desa Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, terus terjadi.
Dari semula hanya di satu desa, kini meluas ke 10 desa.
Larangan pemerintah agar tak mencari barang purbakala di kawasan cagar budaya bawah air itu pun tidak ada pengaruhnya.
Setidaknya sejak 2022 aksi pencurian barang purbakala di Sungai Batanghari wilayah Desa Suak Kandis terjadi.
Di bawah air sungai, di desa yang jaraknya hampir tiga jam dari Kota Jambi tersebut tersimpan banyak benda bersejarah.
Seperti gerabah, mangkok, keris, cincin, emas, dan lainnya.
Beberapa kali tim gabungan turun ke lokasi untuk menyosialisasikan terkait cagar budaya bawah air ini. Pemkab Muaro Jambi bahkan menempatkan petugas. Namun, penjarahan barang purbakala belum berhenti.

Para penjarah biasanya mencari barang purbakala tersebut dengan cara menyelam menggunakan alat bantu penyuplai oksigen.
Mereka nekat menyelam hingga ke dasar Sungai Batanghari.
Selain itu, mereka juga menggunakan mesin penyedot untuk mengangkat endapan tanah yang telah menimbun barang tersebut ratusan tahun.
"Sekarang masih banyak ketek-ketek (perahu) penyelam yang bergelantungan di tengah air," kata Bujang, warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Muaro Jambi.
Tempat Saudagar Masuk
Wilayah Kumpeh dulunya merupakan tempat masuk orang-orang terutama saudagar kaya dari berbagai negara.
Kala itu, di sana terdapat pelabuhan terbesar Jambi.
Banyak kapal bersandar, mulai dari kapal China, Jepang, Arab Saudi, hingga kapal saudagar negeri seberang.
Jika mau masuk Jambi, kapal-kapal saat itu harus bersandar di pelabuhan Kumpeh terlebih dahulu.
Tak sedikit kapal-kapal ini karam dan tenggelam.
Walhasil, barang-barang yang ada di dalam kapal ikut tenggelam.
Barang-barang itulah yang kemudian menjadi harta karun dan tersimpan di dasar Sungai Batanghari.
"Ada emas, guci, keramik, gerabah, keris, berlian, dan lainnya," ujar seorang warga yang juga menyebut barang-barang itu sebagai barang antik.
Harga Tinggi
Untuk menyelamatkan benda purbakala yang berada di bawah air Sungai Batanghari, Pemkab Muaro Jambi telah menetapkannya sebagai cagar budaya bawah air.
Sayangnya, hingga saat ini para penjarah terus berkeliaran.
Kenekatan para pemburu barang purbakala itu lantaran harganya yang tinggi.
Seorang warga mengungkapkan tak sedikit orang yang menemukan barang purbakala di dasar Sungai Batanghari meraup uang banyak setelah laku terjual.
Tribun memperoleh kabar bahwa ada kolektor dari luar negeri yang kerap datang ke lokasi untuk membeli barang purbakala hasil temuan warga.
Kolektor bahkan berani membeli hingga miliaran rupiah.
Warga Resah
Warga sudah resah dengan maraknya perburuan barang purbakala tersebut.
Warga Desa Degong Karya, Kecamatan Kumpeh, misalnya.
Beberapa hari lalu, mereka membakar satu ketek (perahu) pemburu barang purbakala.
Saat itu, warga ramai-ramai mendatangi lokasi tempat pencarian barang purbakala, termasuk PETI (penambangan emas tanpa izin), menggunakan perahu motor (pompong).
Setibanya di lokasi, tepatnya di Daerah Aliran Sungai Batanghari RT 08 Desa Gedong Karya, warga menemukan satu unit perahu motor sedang beraktivitas mencari barang purbakala dan PETI.
Warga mengarahkan pelaku untuk menghentikan aktivitas.

Namun, permintaan warga tersebut mendapat penolakan dari pelaku.
Akhirnya, warga tersulut emosi dan mulai menyuruh agar pelaku terjun ke Sungai Batanghari.
Melihat warga telah emosi, pelaku terjun ke Sungai Batanghari dan berenang ke tepian sungai. Warga kemudian membakar perahu motor milik pelaku dan meninggalkannya.
"Warga menolak aktivitas ini di desa," kata Zulkarnain, tokoh masyarakat Desa Gedong Karya. (muzakkir)
Baca juga: 5 Berita Populer Jambi, Sekolah Rakyat di Batanghari sedang Disiapkan s/d Cincin di Jari ODGJ
Baca juga: Tukang Gigi Korban Kebakaran di Jelutung Kota Jambi Luka Bakar Serius, Diangkut Ambulans
Warga 4 Daerah Tolak Pembangunan Stockpile Batu Bara PT SAS di Aur Duri Kota Jambi, Hanya Sejengkal |
![]() |
---|
Raffi Tak Jadi Operasi Plastik, Anak di Jambi Kena Stevens-Johnson Syndrome, Virus Tak Masuk Daging |
![]() |
---|
Ketua DPRD Kota Jambi Minta Wako Panggil Dokter Puskesmas dan Kadis, Anak Kena Sindrom Langka |
![]() |
---|
Ustaz Agus Nyaris Menangis Lihat Kondisi Anak di Jambi Kena Sindrom Langka Kulit Mengelupas |
![]() |
---|
Anak di Jambi Kena Sindrom Langka, Kulit Raffi Lepas Jika Tidur di Kasur, Terpaksa Alas Daun Pisang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.