Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Viral Usaha Es Kristal Terpaksa Tutup karena Ulah Ormas, Bos Minta Bantuan Presiden

Seorang bos usaha es kristal curhat terpaksa tutup pabrik karena intimidasi dari organisasi masyarakat (ormas)

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Dok Polres Langkat
USAHA TERPAKSA TUTUP - Perwakilan Polres Langkat mengunjungi Cici, pengusaha es kristal yang terpaksa tutup karena ulah ormas. Videonya viral di media sosial dan menjadi sorotan sejumlah pihak. 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang bos usaha es kristal curhat terpaksa tutup pabrik karena intimidasi dari organisasi masyarakat (ormas).

Kini videonya viral di media sosial dan menjadi sorotan banyak pihak.

Video seorang bos es kristal curhat terpaksa tutup pabrik karena diintimidasi organisasi masyarakat (ormas), viral di media sosial.

Video tersebut tersebar luas di sejumlah platform media sosial X dan Instagram sejak 18 April 2025 kemarin.

Diketahui, bos es kristal dalam video bernama Cici.

Dia mengelola pabrik es kristal UD Aguaris berada di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

"Mohon izin Bapak Presiden, Bapak Panglima, Bapak Kapolri, Bapak Pangdam Bukit Barisan, Bapak Kapolda Sumut, Bapak Kapolres Langkat. Kami pengusaha UD Aguaris," kata Cici di awal video.

Cici menceritakan, usahanya terpaksa tutup karena mendapatkan intimidasi dari oknum anggota ormas.

Para oknum sengaja mematikan mesin pabrik dan menghalangi karyawan untuk bekerja.

"Kami sudah tertekan dengan adanya yang mengaku ormas SPSI dan Pemuda Pancasila."

"Kami punya usaha ditutup, tidak bisa beroperasi. Mesin dimatikan. Tolonglah kami, Bapak Presiden. Kami sudah diintimidasi," lanjut Cici.

Cici meminta perlindungan mengingat usahanya sudah berizin.

Selain itu, UD Aguaris juga telah membayar pajak sebagai kewajibannya.

"Pak, kami ada bayar pajak, izinnya lengkap. Tolong bantu kami, Pak. Kami sudah terintimidasi. Karyawan-karyawan kami tidak boleh bekerja," tegas Cici.

"Mohon dibantu Pak, mohon izin Pak, mohon bantuannya Pak. Kami sudah terintimasi kali. Agar pabrik kamis beroperasi kembali. Terima kasih Pak," katanya di akhir video.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved