Berita Internasional
Donald Trump Muak Rusia dan Ukraina Ogah Damai, AS Berencana Muncur dari Perundingan?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menghentikan upaya mediasi perdamaian Rusia dan Ukraina.
TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menghentikan upaya mediasi perdamaian Rusia dan Ukraina.
Trump menyatakan, Washington akan menghentikan upaya mediasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
Dalam keterangan resmi yang dilansir The Guardian, Trump mengungkap rencana untuk menghentikan upaya mediasi perdamaian antara kedua negara itu jika tidak ada kemajuan nyata dalam waktu dekat.
Adapun ancaman itu dilontarkan Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio saat menggelar pertemuan pers di Gedung Putih pada Jumat (18/4/2025).
Keduanya menyampaikan rasa frustrasinya terhadap lambatnya proses negosiasi perdamaian Rusia-Ukraina.
“Kami ingin ini selesai secepat mungkin,” tegas Trump.
"Jika karena suatu alasan salah satu dari kedua pihak membuatnya sangat sulit, kami akan mengatakan Anda bodoh, Anda tolol, Anda orang-orang yang mengerikan," imbuh Trump
Sikap ini mencerminkan ketidakpuasan Trump terhadap kurangnya kemajuan dalam perundingan.
Sebelumnya, dia telah menargetkan perayaan Paskah sebagai tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan damai dan telah menunjuk utusannya, Steve Witkoff, untuk memimpin negosiasi.
Namun, ketegangan meningkat setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, menolak untuk berkomitmen pada pembicaraan atau mempertahankan konsesi kecil, seperti penghentian serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Trump juga menunjukkan ketidaksenangannya terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bahkan menyalahkannya atas berlanjutnya perang.
Hal itu menyusul komentar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menuduh utusan khusus Trump, Steve Witkoff, menyebarkan narasi pro-Rusia.
Alasan tersebut yang mendorong AS murka hingga mengancam untuk menarik diri dari proses perdamaian jika tidak ada kemajuan yang jelas.
"Kita perlu mencari tahu di sini, sekarang, dalam hitungan hari, apakah ini dapat dilakukan dalam jangka pendek, karena jika tidak, maka saya pikir kita akan terus maju," ujar Rubio.
Progres Perundingan Rusia-Ukraina
| Bahrain Depak 69 Warga Pro Iran, Raja Hamad: Keamanan Nasional Harga Mati |
|
|---|
| Pernyataan Presiden Trump Pasca Insiden Penembakan saat Makan Malam |
|
|---|
| Sosok Terduga Pelaku Penembakan di Acara Makan Malam Trump: Guru Fisika Torrance |
|
|---|
| Fakta-fakta Penembakan saat Acara Makan Malam Presiden Trump di White House |
|
|---|
| Jamuan di Gedung Putih AS Chaos, Trump Dievakuasi Usai Terdengar 3 Tembakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/10022025-Donald-Trump.jpg)