Idulfitri 1446 H
2 Okum TNI Diduga Terlibat Pengeroyokan 3 Polisi Gegara Tegur Knalpot Brong, Kini Diamankan PM
Kasus pengeroyokan tiga anggota polisi di depan Polsek Tiworo Tengah Sulawesi Tenggara diduga melibatkan oknum TNI.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
2 Okum TNI Diduga Terlibat Pengeroyokan 3 Polisi Gegara Tegur Knalpot Brong Diamankan PM
TRIBUNJAMBI.COM - Kasus pengeroyokan tiga anggota polisi di depan Polsek Tiworo Tengah, Desa Wapae, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara diduga melibatkan oknum TNI.
Bahkan prajurit yang diduga terlibat itu berjumlah dua orang. Saat ini kedua oknum tersebut dikabarkan diamankan Polisi Militer (PM).
Peristiwa penyerangan hingga pengeroyokan itu terjadi saat ketiga polisi bertugas pada malam takbiran menjelang lebaran Idulfitri 1446 H.
Kasus pengeroyokan tersebut bermula saat ketiga polisi itu menegur pengendara yang menggunakan knalpot dan menggeber-gebernya.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (20/3/2025) itu mengakibatkan ketiga personel polisi mengalami luka-luka.
Dua oknum TNI diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan tersebut.
Hingga saat ini sudah sembilan saksi yang merupakan anak remaja diperiksa penyidik kepolisian.
Ketiga polisi yang mengalami pengeroyokan itu yakni Bripda H,Briptu RS dan Bripda AM.
Baca juga: 3 Polisi Dikeroyok Warga Gegara Ditegur Pakai Knalpot Brong saat Amankan Malam Takbiran, 1 Dirawat
Baca juga: Update 3 Polisi Dikeroyok Massa Gegara Tegur Knalpot Brong: 9 Remaja Diperiksa
Sementara dua oknum TNI yakni inisial AN bertugas di Den Intel KOREM Palu.
Kemudian Pratu R bertugas di Kodim Kendari.
Danden POM XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela kepada awak media via pesan WhatsApp membenarkan penahanan tersebut.
"Untuk personel dua anggota sementara sudah diamankan," ungkapnya, Senin (31/3/2025).
"Terkait masalah tersebut masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan dari Subdenpom (Subdenpom XIV/3-3 di Muna)" tambahnya.
Terkait kasus tersebut, sembilan remaja diperiksa.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (20/3/2025) itu mengakibatkan satu personel dilarikan ke rumah sakit dan dua lainnya penanganan medis.
Ketiga personel tersebut mengalami luka karena dikeroyok massa.
Baca juga: Viral Mengaku Dibegal, Skenario Dwi Terbongkar Polisi, Ngaku Malu Mudik Tapi Tak Bawa Uang
Kasus pengeroyokan tersebut bermula saat ketiga polisi itu menegur pengendara yang menggunakan knalpot dan menggeber-gebernya.
Ketiga polisi yang mengalami pengeroyokan itu yakni Bripda H,Briptu RS dan Bripda AM.
Terkait kasus tersebut, Kasi Humas Polres Muna, IPDA Baharuddin mengatakan sembilan orang itu diperiksa berkaitan dengan pengeroyokan tersebut.
"9 orang, masih dalam tahap pemeriksaan," ujarnya, Senin (31/3/2025).
Sementara untuk dugaan keterlibatan anggota TNI, pihak Polisi Militer (Pom) juga sudah turun melakukan pemeriksaaan.
"Untuk dugaan keterlibatan TNI, sudah ditangani dengan POM," ujar IPDA Baharuddin.
Sebelumnya diberitakan, tiga anggota polisi mengalami penganiayaan dan pengeroyokan warga yang tidak terima ditegur menggunakan knalpot brong.
Personel yang bertugas di Polsek Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara itu tengah menjalankan tugas pengamanan.
Ketiganya dianiaya saat mengamankan pelaksanaan takbiran menjelang lebaran Idulfitri 1446 H.
Baca juga: Polisi Selidiki Pelaku Pengeroyokon saat Malam Takbiran di Tanjabbar Jambi, 2 Korban Dilarikan ke RS
Terjadinya penganiayaan itu di depan Kantor Polsek Tiworo Tengah, Desa Wapae, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat.
Hal itu terjadi kata Kasi Humas Polres Muna Ipda Bahruddin, saat personel polisi itu menegur pengendara yang menggunakan knalpot brong.
Tak hanya sekedar menggunakannya, pemotor itu bahkan menggeber-gebernya di depan kantor polisi itu.
“Awalnya anggota menegur pemotor yang beberapa kali menggeber knalpot racingnya depan Polsek, hingga akhirnya ditegur oleh anggota,” kata Ipda Bahruddin pada Senin (31/3/2025).
Tak sampai disitu, ternyata warga tersebut melakukan perlawanan dengan membawa kelompoknya.
Hingga akhirnya penyerangan dan pengeroyokan tak dapat terelakan.
Dalam insiden tersebut dua anggota polisi mendapat perawatan medis.
Satu anggota lainnya harus dilarikan ke RSUD Kabupaten Muna Barat untuk mendapatkan perawatan.
Aksi penyerangan terhadap polisi itu dilakukan dua pria badan kekar, model cukur cepak beserta sekelompok warga.
Penyerangan dan penganiayaan terjadi pada Senin (31/3/2025) sekitar pukul 00.30 WITA.
Dari video yang beredar, dalam kelompok penyerangan tampak dua pria bertubuh tegap dengan cukuran cepak menyerang personel kepolisian.
Dua pria cepak tetap melancarkan serangan tinju kepada Personel Polsek, meski dilerai masyarakat lainnya.
Dalam insiden tersebut tiga anggota Kepolisian menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami pendarahan.
Anggota kepolisian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Muna Barat usai mengalami pendarahan hebat pada area hidung dan mulut.
Kasi Humas Polres Muna Ipda Baharuddin membenarkan adanya insiden penganiayaan terhadap anggota Polri.
“Penganiayaan dan penyerangan terjadi saat personel melakukan tugas pengamanan malam takbir Idul Fitri 1446 Hijriah di Kecamatan Tiworo Tengah,” ungkapnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Update 3 Polisi Dikeroyok Massa Gegara Tegur Knalpot Brong: 9 Remaja Diperiksa
Baca juga: Muhaimin Iskandar Minta Calon Perantau Tak Menjadi Beban Jakarta
Baca juga: Beredar Kabar Revisi UU Polri dan Kejaksaan, Waka DPR Dasco Sebut Belum Ada Rencana Bahas RUU Itu
Baca juga: Ujung Tombak Konservasi Laut: Program “Grow & Green” BRI Menanam di NTB
Artikel ini diolah dari TribunnewsSultra.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.