Ramadhan 2025

Pahala dan Keutamaan Sholat Tarawih Ke-13 Ramadhan 1446 Hijriah

Berikut keutamaan dan pahala Sholat Tarawih hari ke-13  Ramadhan 1446 hijriah.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Freepik.com
ILUSTRASI KEUTAMAAN SHOLAT TARAWIH-Pahala dan Keutamaan Sholat Tarawih Ke-13 Ramadhan 1446 Hijriah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut keutamaan dan pahala Sholat Tarawih hari ke-13  Ramadhan 1446 hijriah.

Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) Online, terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan dari sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai keutamaan salat tarawih pada malam ketiga belas bulan Ramadhan. Dalam hadis tersebut, Nabi SAW bersabda:

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمْنًا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ

Hadis ini memiliki arti bahwa seseorang yang melaksanakan ibadah salat tarawih pada malam ketiga belas bulan suci Ramadhan akan memperoleh jaminan keselamatan dari segala bentuk keburukan ketika hari kiamat tiba. 

Dengan kata lain, orang tersebut akan mendapatkan perlindungan dari segala hal yang dapat mencelakakannya di hari pembalasan nanti.

Dr.Marabona Munthe, M.E. Sy memberikan penjelasan dalam artikel Tata Cara Sholat Tarawih di Rumah Berjamaah dan Sendiri-sendiri.

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (halaman 43) yang berpendapat bahwa shalat tarawih dikerjakan 8 rakaat.

Hal tersebut sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dari Aisyah r.a:

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah shalat lebih dari 11 rakaat baik di bulan Ramadhan atau di bulan lainnya. Beliau shalat 4 rakaat, jangan tanya mengenai bagusnya dan panjangnya, kemudian beliau shalat 4 rakaat, jangan tanya mengenai bagusnya dan panjangnya, kemudian beliau shalat 3 rakaat.” (HR. Bukhari no. 2013, Muslim no. 837).

Sholat Tarawih tersebut dikerjakan 4 rakaat sebanyak dua kali dalam hadis di atas adalah shalat tarawih ditambah dengan tiga rakaat shalat witir.

Menurut keterangan  jumhur ulama dari kalangan Syafi’iyyah, Malikiyyah dan Hanabilah, juga pendapat Abu Yusuf dari Hanafiyah, Sholat Tarawih dilakukan dua rakaat-dua rakaat.

Dalam Buku Saku Ramadhan karya Ma’ruf Khozin, dalil salat tarawih 20 rakaat merujuk pada riwayat 4 tabiin, yaitu Said bin Yazid, Yazid bin Rauman, Yahya bin Said al-Qathan, dan Abdul Aziz bin Rafi’.

Pendapat lain menurut riwayat Yazid bin Rauman yang berbunyi:

“Umat Islam di masa (Khalifah) Umar bin Khattab RA beribadah di malam bulan Ramadan dengan 23 rakaat."

Maksud dari 23 rakaat dalam riwayat di atas adalah 20 rakaat untuk shalat tarawih dan tiga rakaat salat witir.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved