Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ramadhan 2025

Doa Puasa ke-5 Ramadhan 1446 Hijriah Lengkap Tuntunan Puasa

Simak doa puasa hari ke  5 Ramadhan 1446 Hijriah lengkap dengan tuntunan puasa.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Freepik.com
ILUSTRASI DOA PUASA-Doa Puasa ke-5 Ramadhan 1446 Hijriah Lengkap Tuntunan Puasa. 

TRIBUNJAMBI.COM - Simak doa puasa hari ke  5 Ramadhan 1446 Hijriah lengkap dengan tuntunan puasa.

Berikut doa  puasa yang dianjurkan diamalkan agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhummaj’alnî fîhi minal mustaghfirîn, waj’alnî fîhi min ‘ibâdikash shâlihînal qânitîn, waj’alnî fîhi min awliyâikal muqarrabîn, bira’fatika yâ Arhamar râhimîn.

Artinya:"Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih,".

Syarat Sah Puasa

Puasa dalam Islam memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi agar puasa tersebut sah.

Pertama, seseorang yang berpuasa harus beragama Islam, karena puasa merupakan kewajiban yang hanya diperuntukkan bagi umat Islam. Tanpa status Islam, puasa tidak dianggap sah.

Kedua, berakal sehat, sehingga orang yang mengalami gangguan mental, seperti orang gila atau yang tidak sadar, tidak diwajibkan untuk berpuasa karena mereka tidak bisa membedakan antara yang halal dan haram.

Ketiga, sudah baligh atau dewasa, yaitu seseorang yang telah mencapai usia yang dianggap matang secara fisik dan psikologis untuk menjalankan kewajiban agama, baik laki-laki maupun perempuan. Baligh ditandai dengan tanda-tanda tertentu seperti mimpi basah pada laki-laki atau haid pada perempuan.

Keempat, seseorang yang berpuasa harus dalam keadaan mampu menjalankan puasa, yang artinya tidak ada halangan fisik seperti sakit yang membahayakan tubuh atau gangguan kesehatan yang memengaruhi kemampuan untuk menjalani puasa dengan baik.

Kelima, puasa harus dilakukan dengan niat yang tulus dan sadar sejak malam hari sebelum fajar, karena niat adalah bagian penting dari puasa yang membedakan antara ibadah puasa dan kebiasaan biasa. Niat ini harus dilakukan dalam hati, tanpa perlu diucapkan dengan lisan, namun dengan keyakinan untuk melaksanakan puasa pada hari itu.

Keenam, seseorang yang berpuasa harus berada dalam keadaan suci dari haid atau nifas bagi wanita, karena wanita yang sedang haid atau nifas dilarang berpuasa. Jika mereka berpuasa dalam kondisi tersebut, maka puasanya tidak sah dan harus diganti setelah periode haid atau nifas selesai.

Ketujuh, puasa harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu dari terbit fajar hingga terbenam matahari, yang menandakan batas waktu sah puasa. Jika seseorang makan atau minum pada waktu yang tidak tepat, maka puasanya menjadi batal.

Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka puasa tersebut dianggap tidak sah dan tidak dapat diterima sebagai ibadah yang sah di sisi Allah.

Baca juga: Pahala dan keutamaan Sholat Tarawih Ke-5 Ramadhan 1446 Hijriah

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved