Rabu, 10 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ramadhan 2025

Shalat Tarawih dan Witir: Panduan Bulan Ramadhan 1446 Hijriah

Shalat Witir memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena menjadi penutup dari rangkaian ibadah malam yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Muhlis/Grafis Tribun Timur
ILUSTRASI RAMADHAN-Shalat Tarawih dan Witir: Panduan Bulan Ramadhan 1446 Hijriah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Shalat Witir memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena menjadi penutup dari rangkaian ibadah malam yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Keistimewaan shalat Witir juga disebutkan dalam berbagai hadis, di mana Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya, bahkan dalam keadaan safar sekalipun.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang ingin shalat Witir di awal malam, maka lakukanlah. Dan barang siapa yang ingin melaksanakannya di akhir malam, maka lakukanlah."

Shalat Witir sering disebut sebagai penyempurna dari shalat Tahajud dan dianjurkan untuk dilakukan sebelum tidur bagi yang khawatir tidak bisa bangun di sepertiga malam terakhir.

Jika seseorang bangun di malam hari untuk mengerjakan shalat Witir setelah shalat malam, maka lebih utama mengakhiri ibadahnya dengan shalat Witir.

Jumlah rakaat Witir yang paling umum adalah satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat, dengan cara pengerjaan yang bervariasi sesuai kebiasaan Rasulullah SAW.

Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat Witir sebaiknya tidak dilakukan dengan cara menyerupai shalat Magrib, yakni tanpa tasyahud awal jika dilakukan tiga rakaat.

Dalam pelaksanaannya, doa Qunut Witir dapat dibaca pada rakaat terakhir, terutama pada malam-malam terakhir bulan Ramadan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Doa Qunut dalam shalat Witir merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan, meskipun ada perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai keharusan membacanya setiap malam.

Di bulan Ramadan, imam di masjid biasanya membaca doa Qunut Witir secara berjamaah, dan makmum mengaminkannya sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Shalat Witir memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai ibadah yang membuat hati lebih tenang, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah SWT mencintai orang yang melaksanakan shalat Witir, sehingga umat Islam dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.

Rasulullah SAW bersabda, "Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa Witir adalah shalat yang berfungsi sebagai penutup rangkaian ibadah malam agar semakin sempurna.

Beberapa sahabat Nabi seperti Abu Bakar lebih memilih melaksanakan Witir di awal malam, sedangkan Umar bin Khattab mengerjakannya di akhir malam.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved