Sabtu, 18 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Daftar 6 Pejuang Kemerdekaan Indonesia yang Berdarah Tionghoa

6 pejuang berdarah Tionghoa yang berperan dalam kemerdekaan Indonesia.Saat agresi militer Belanda, para pejuang keturunan Tionghoa ikut terlibat

Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS/KARTONO RYADI
Laksamana Muda TNI-AL (purn.) Jahja Daniel Dharma (John Lie) dan Mohammad Saad Sabtu malam yang lalu menerima piagam penghargaan dari Akademi Maritim Indonesia. Upacara berlangsung di auditorium KONI Pusat, Senayan, sekaligus dengan upacara Dies Natalies ke XVIII AMI, pelantikan mahasiswa baru dan wisuda sarjana muda AMI angkatan XIV (1976/1977) sebanyak 34 orang. Didirikan 1960, AMI kini sudah menghasilkan 639 sarjana muda. Pemberian piagam kepada Jahja D Dharma (67 tahun) dan M Saad (66 tahun) ini didasarkan atas karya dan amal mereka, khususnya dalam pengembangan potensi maritim Indonesia. Dari kiri JD Dharma dan Saad menerima piagam dari CD Ponto, Direktur AMI 

 Biasanya, setelah panen, tengkulak datang ke rumahnya untuk memborong.

 Kie Siong juga dikenal sebagai pemilik rumah tempat Soekarno dan Hatta diinapkan oleh para golongan muda saat dibawa ke Rengasdengklok, Jawa Barat, pada 16 Agustus 1945. 

Ia bersama Fatmawati dan putranya yang masih bayi, Guruh Soekarnoputra, pergi ke Rengasdengklok. 

Mereka dikawal oleh Soekarni, Shodancho Singgih, Jusuf Kunto, dan tokoh-tokoh lainnya. Soekarno dan Hatta singgah di sebuah rumah milik Djiauw Kie Siong. 

Padahal, rencana awal, keduanya akan ditempatkan di markas Pembela Tanah Air (PETA). 

Rumah Djiaw dipilih karena jauh dan tertutup rimbunan pohon serta kelihatan tak mencolok.  

 4. Letnan Kolonel (Purn) Ong Tjong Bing 

Ong Tjong Bing merupakan pejuang Tionghoa yang berkontribusi pada bidang kesehatan. 

Pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, ia ikut merawat korban.

Pria asal Desa Kerebet itu mengikuti pendidikan tekniker gigi dan dokter gigi lalu bergabung dengan militer pada 1953 sebagai pegawai sipil. 

Dia mulai menyandang pangkat militer sebagai kapten pada 1955 di bawah Resimen Infanteri RI-18 Jawa Timur. 

Ong Tjong Bing turut aktif dalam beberapa operasi anti Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRII-Permesta), DI-TII hingga Operasi Mandala-Trikora. 

Ia juga diminta untuk menggalang masyarakat Tionghoa Pekanbaru saat operasi PRII-Permesta hingga akhirnya diminta mendirikan RS militer di Jayaputra dan RS sipil di kota tersebut. 

Dia adalah Kepala Kesehatan Kodam (Kesdam) Cendrawasih pertama. Ong Tjong Bing pensiun pada 1976 dengan pangkat Letnan Kolonel. 

5. Oei Tjong Hauw 

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved