Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban IPA Kelas 9 Halaman 157, Perbedaan Bioteknologi

Simak pembahasan kunci jawaban mata pelajaran IPA Kelas 9 sesuai buku Halaman 157, Kurikulum Merdeka

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Chanel Direktorat Sekolah Dasar
Belajar Mengajar 

TRIBUNJAMBI.COM - Simak pembahasan kunci jawaban mata pelajaran IPA Kelas 9 sesuai buku Halaman 157, Kurikulum Merdeka.

Soal dan Jawaban:

1. Perbedaan antara bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern

Bioteknologi konvensional dan modern memiliki perbedaan mendasar baik dari metode maupun tujuan penerapannya.

Bioteknologi konvensional menggunakan teknik tradisional seperti fermentasi dengan alat sederhana dan memanfaatkan proses alami tanpa manipulasi genetik, contohnya dalam pembuatan roti, tempe, keju, atau yogurt.

Sebaliknya, bioteknologi modern melibatkan teknologi canggih, seperti rekayasa genetika dan pengeditan gen (CRISPR), yang memungkinkan manipulasi DNA secara langsung untuk menciptakan produk baru seperti insulin, vaksin, terapi gen, atau tanaman transgenik seperti jagung Bt.

Dalam hal keamanan, bioteknologi konvensional cenderung lebih aman karena melibatkan proses alami, sedangkan bioteknologi modern memerlukan regulasi ketat untuk memastikan keamanannya bagi manusia dan lingkungan.

Dengan pendekatan yang lebih spesifik dan terarah, bioteknologi modern mampu menyelesaikan masalah secara lebih efektif dibandingkan bioteknologi konvensional.
2. Enam produk fermentasi dan mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan produk tersebut

Berikut adalah enam produk fermentasi dan mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan produk tersebut:

Produk                           Mikroorganisme
Tempe Jamur tempe    (Rhizopus oligosporus)
Tape Khamir                  (Saccharomyces cerevisiae)
Kecap Bakteri asam asetat (Acetobacter sp.)
Yoghurt Bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.)
Roti Ragi (Saccharomyces cerevisiae)
Teh Jamur teh (Aspergillus niger)
3. Argumentasi mengapa proses kloning tidak diperkenankan dilakukan pada manusia

Proses kloning pada manusia tidak diperkenankan dilakukan karena beberapa alasan, antara lain:

Etika. Kloning manusia dianggap tidak etis karena dapat menimbulkan masalah moral, seperti hak cipta, status hukum, dan dampak sosial.
Kesehatan. Kloning manusia dapat menimbulkan risiko kesehatan, seperti cacat lahir, penyakit genetik, dan kanker.
Ekonomi. Kloning manusia dapat menimbulkan biaya yang sangat tinggi.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut dari masing-masing alasan tersebut:

Etika
Kloning manusia dapat menimbulkan masalah moral, seperti hak cipta, status hukum, dan dampak sosial.

Hak cipta: Kloning manusia dapat menimbulkan masalah hak cipta, karena embrio kloning dapat dianggap sebagai karya intelektual.

Status hukum: Kloning manusia dapat menimbulkan masalah status hukum, karena embrio kloning dapat dianggap sebagai manusia atau bukan manusia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved