Profil Tokoh
Daftar 6 Tokoh Tionghoa Ahli Kesehatan Indonesia, Pakar Obat Tradisional s/d Dokter Gratis
Para tokoh Tionghoa ini mencintai dunia kesehatan, sehingga mencurahkan hidupnya di bidang kesehatan. Berikut enam di antaranya
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Duanto AS
Karier
- Penasihat pada Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture Hongkong (1975)
- Penasihat Konsultan pada The Journal of Tokyo Pain Control Institute Jakarta (1975)
- Wakil Presiden pada World Academy Society of Acupuncture Korea Selatan (1975)
- Staf Pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Medan (1976)
- Guru Besar Wongkwang University Korea Selatan (1976).
- Penasihat pada Acupuncture Association of Quebec Kanada (1977)
- Penasihat pada Società Italiana di Agopunctura Italia (1977)
- Presiden CD Dag Hammarskjod (1987)
- Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupuntur Indonesia (HIPTRI) (1992)
- Guru Besar di Dongshin University Korea Selatan (1995)
- Ketua Majelis Pimpinan Pusat Asosiasi Dosen Indonesia (MPP-ADI) (1999)
- Dewan Kurator Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta (1999)
- Senat Guru Besar UBK Jakarta, Pendiri Bagian Akupuntur Universitas Islam Sumatera Utara, Medan,
- Ketua Umum Yayasan Cheng Ho Semarang-Jakarta
5. Ken Kawan Soetanto
Prof Dr Ken Kawan Soetanto alias Chen Wen Quan lahir di Surabaya pada 1951.
Dia profesor di School of International Liberal Studies (SILS) dan mantan Dekan Urusan Internasional Divisi Waseda University.
Ken Kawan Soetanto juga Direktur Klinik Pendidikan dan Science Research Institute (CLEDSI).
Sejak 2005, ia juga menjadi profesor di Venice International University, Italia.
Sebelumnya menjabat posisi fakultas di Amerika Serikat pada Universitas Drexel dan di Fakultas Kedokteran Universitas Thomas Jefferson.
Prof Soetanto adalah pakar yang memegang empat gelar doktor dalam disiplin ilmu yang terpisah (Rekayasa, Kedokteran, Farmasi Sains dan Pendidikan), dan penelitian pada latar belakang yaitu bidang interdisipliner dari bidang kempat ini.
Sosok ini telah mempublikasikan secara luas di beberapa bidang, terutama psikologi, pendidikan, pedagogi, mekanisme motivasi, obat-obatan, DDS, pengukuran dan peralatan, serta rekayasa biomedis.
Dia adalah orang pertama Indonesia sekaligus dari luar Jepang dalam kurun waktu 125 tahun yang berhasil menjabati jabatan setingkat kepala divisi di Universitas Waseda.
Sisi menarik, netode perkuliahannya unik dan sangat memotivasi, telah banyak didokumentasikan di Jepang dan lebih jauh sebagai 'Soetanto Metode' dan 'Soetanto Efek'.
Lebih dari 50 penelitian telah dilakukannya di Universitas Waseda, Jepang.
Pencapaian riset Ken Kawan Soetanto dengan paten paling mutakhir diakui di Jepang.
Pemerintah Jepang melalui NEDO (The New Energy and Industrial Technology Development Organization) memberinya penghormatan sebagai penelitian puncak di Jepang dalam rentang 20 tahun, 1987-2007.
Riwayat Pendidikan
- SD Ta Chung, SD Shi Hwa, SD Ming Jiang di Surabaya
- SMP Chung Chung di Surabaya
- SMA Chung Chung di Surabaya
- Sarjana Teknik dari Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo (Tokyo University of Agriculture and Technology), Jepang (1977)
- Doktor Aplikasi Rekayasa Elektronika dari Tokyo Institute of Tecnology, Jepang (1985)
- Doktor Ilmu Kedokteran dari University of Tohoku, Jepang (1988)
- Doktor Ilmu Farmasi dari Science University of Tokyo, Jepang (2000)
- Doktor Ilmu Pendidikan dari University of Waseda, Jepang (2003)
Karier
- Associate Professor di Universitas Drexel, Philadelphia, AS (1988-1993)
- Adjucnt Associate Professor di Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, AS (1989-1993)
- Guru Besar di Toin University of Yokohama, Jepang (1993-2002)
- Guru Besar di Universitas Waseda, Jepang (2003-sekarang)
- Guru Besar di Universitas Internasional Venice, Italia (2005-sekarang)
- Komite Evaluasi di Institut Teknologi Tokyo, Jepang (1997-1999)
Penghargaan
- Outstanding Achievement Awards in Medicine and Academia dari Pan Asian Association of Greater Philadelphia, AS
- Profesor Riset Terbaik dan Profesor Mengajar terbaik selama tujuh tahun berturut-turut (1994-2000) dari Toin University of Yokohama, Jepang
- Pemegang rekor empat gelar doktor di Jepang; Eng.D. Med.D., Pharm.D., dan Ed.D. (sejak tahun 2003)
6. Lo Siaw Ging
Sosok dr Thomas Beckett Lo Siauw Ging, M.A.R.S. lahir 16 Agustus 1934 dan meninggal 9 Januari 2024.
Dia seorang dokter yang terkenal sebagai sosiawan yang berpraktik di kota Solo.
Lelaki yang terkenal dengan sebutan dokter Lo itu pernah menjabat sebagai direktur di Rumah Sakit Kasih Ibu.
Dia berpraktik di Rumah Sakit Dr. Oen (RS Kandang Sapi) dan membuka praktik di rumahnya di kawasan Jagalan, Solo.
Dokter Lo terkenal sebagai dokter yang merawat dan mengobati pasien tanpa menetapkan tarif.
Sebagian besar pasien yang tidak mampu, tidak dibebani biaya pengobatan.
Biaya pembelian obat pun terkadang dibayari oleh dokter Lo untuk pasiennya yang tidak mampu.
Ia meneladani sosok dokter Oen, seniornya yang berjiwa sosial tinggi, serta ayahnya.
Nama dokter Lo tercatat di Kitab Solo karena pelayanannya selama bertahun-tahun di Solo.
Setiap akhir bulan, apotek langganan dokter Lo akan memberikan tagihan obat yang besarnya bervariasi antara ratusan ribu hingga sepuluh juta per bulan.
Untuk pasien yang sakit parah, dokter Lo juga menyediakan dana pribadi untuk keperluan rawat pasien di Rumah Sakit Kasih Ibu.
Pada saat kerusuhan Mei 1998, dokter Lo tetap membuka praktik meskipun tentara hendak mengungsikannya ke tempat yang aman.
Dia tetap membuka praktik sehingga rumahnya dijaga oleh para tetangga sekitarnya.
Itulah enam tokoh Tionghoa ahli kesehatan di Indonesia.
(suci rahayu)
| Sosok Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tersangka Pengurusan Dokumen TKA |
|
|---|
| Profil Darmawan Prasodjo, Dirut PT PLN yang Minta Maaf Usai Listrik Mati di Sebagian Sumatera |
|
|---|
| Profil Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol |
|
|---|
| Profil Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia yang Diminta Mundur Imbas Rupiah Lemah |
|
|---|
| Profil Vasko Ruseimy, Wakil Gubernur Sumbar yang Kecelakaan di Solok Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Tokoh-Tionghoa-Indonesia-Prof-Dr-dr-Tan-Thiam-Hok-atau-Haris-Otto-Kamil-Tanzil.jpg)