Profil Tokoh
Daftar Tokoh Tionghoa Indonesia Ahli Ekonomi, Guru Besar dari Padang hingga Founder Perusahaan
Di bidang ekonomi, para tokoh Tionghoa ada yang berkarier sebagai guru besar ekonomi, dosen, pengusaha, ahli pemasaran, pakar ekonomi, peneliti
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM - Berikut ini daftar tokoh Tionghoa Indonesia yang ahli ekonomi dan bisnis.
Di bidang ekonomi, para tokoh Tionghoa ada yang berkarier sebagai guru besar ekonomi, dosen, pengusaha, ahli pemasaran, pakar ekonomi, peneliti ekonomi, pengusaha, dan lain-lain.
Berikut ini tokoh Tionghoa Indonesia ahli ekonomi dan bisnis.
1. Prof Hendra Esmara
Prof Drs H Hendra Esmara memiliki nama Tionghoa Ong Tek Bie
Dia lahir Padang, Sumatera Barat, 13 April 1935.
Ia menikah dengan Rostina Laut, dan dikaruniai enam orang anak.
Hendra Esmara meninggal 13 Agustus 2000
Hendra Esmara seorang pengajar dan ekonom Indonesia. Ia pernah mengajar sebagai guru besar perencanaan pembangunan pada Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Padang.
Dia juga Penasihat Menteri Perdagangan Indonesia.
Hendra Esmara kerap dimintai pendapat oleh media massa, terutama harian Kompas.
Pendidikan
- Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI) 1961
- Woodrow School of Public & International Affairs Universitas Princeton
- Regional Science Department Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat
Karier
- Kepala Pusat Penelitian Universitas Andalas
- Penasihat Menteri Perdagangan Indonesia.
- Anggota Lembaga Council of Asian Manpower Studies di Manila, Filipina.
- Association of Development Research and Training Institute of Asia and Pacific.
- Presidium Universitas Negeri Jambi (1962-1966)
- Ketua Tim Repelita Provinsi Sumatera Barat (1968-1972)
- Penasihat Menteri Perdagangan untuk Urusan Pembangunan Daerah
- Ketua Bidang Sub-Ekonomi, Perumusan dan Evaluasi Program Utama
- Nasional Riset dan Teknologi pada Menteri Negara Riset dan Teknologi
- Direktur Lembaga Penelitian Ekonomi Regional, Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang
- Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang, dikukuhkan pada 27 Juli 1985
Karya
- Regional Income of West Sumatra 1966-1971 (Institute for Regional Economic Research, Universitas Andalas, 1972)
- Perkiraan Pembagian Pendapatan di Indonesia, 1925-1973/1974 (Lembaga Penelitian Ekonomi Regional FE Unand, 1976)
Organisasi
- Anggota Dewan Eksekutif Council of Asian Manpower Studies (Manila, Filipina)
- Anggota Dewan Pengurus pada Association of Development Research and Training Institute of Asia and Pacific
Muhammad Syafii Antonio lahir 12 Mei 1967. Dia profesor ahli perbankan syariah, dan pendiri Institut Agama Islam Tazkia.
Syafii Antonio lahir dengan nama Nio Cwan Chung atau nama Indonesianya Pilot Sagaran Antonio.
Tetapi kemudian, dia menggunakan nama Muhammad Syafii Antonio setelah masuk Islam pada tahun 1984.
Syafii Antonio menikah dengan Hajjah Mirna Rafki
Syafii Antonio memperdalam bahasa Arab di Pesantren an-Nidzom Sukabumi yang dipimpin oleh KH Abdullah Muchtar, selama tiga tahun.
Dia sempat menempuh kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan IKIP, lalu pindah ke IAIN Syarif Hidayatullah dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Yordania, atas kesempatan dari Muhammadiyah.
Dia sempat ingin melanjutkan kuliahnya ke Universitas Manchester, tetapi batal akibat Perang Teluk.
Syafii Antonio akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya ke Universitas Islam Internasional Malaysia.
Karier
- Bank Muamalat Indonesia.
- Mendirikan Asuransi Takaful dan reksa dana syariah.
- Pada 2006, Syafii Antonio diangkat Perdana Menteri Malaysia sebagai shariah advisory council untuk Bank Negara Malaysia.
- Pada 20 Juni 2008, menjadi International Shariah Advisor untuk Al-Mawarid Finance, Dubai
- Komite Ahli Perbankan Syariah untuk Uni Emirat Arab.
Aktif
- Yayasan Haji Karim Oei yang membantu Muslim Tionghoa
- Aktif di STIE Tazkia
- Mengembangkan Andalusia Islamic Center di Sentul City
- Mengakhiri jabatan Ketua/Rektor STEI Tazkia pada November 2017.
- Pada Februari 2023, dikukuhkan sebagai guru besar/profesor dalam bidang ekonomi syariah pada Institut Agama Islam Tazkia.
Pendidikan
- Sarjana bidang Syariah dan Hukum, University of Jordan, 1990
- Master of Economic, International Islamic University, Malaysia, tahun 1992
- Doktor Banking & Micro Finance, University of Melbourne, Australia, tahun 2004
Karier
- Komite Ahli Pengembangan Perbankan Syariah Bank Indonesia
- Dewan Komisaris Bank Mega Syariah Indonesia
- Anggota Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah Mandiri
- Anggota Dewan Pengawas Syariah Asuransi Takaful
- Anggota Dewan Pengawas Permodalan Nasional Madani
- Anggota Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia
- Pimpinan STIE Tazkia
Hermawan Kartajaya lahir 18 November 1947. Dia seorang pakar pemasaran berkewarganegaraan Indonesia.
Sosok Hermawan Kartajaya pernah menjabat sebagai Presiden World Marketing Association dan oleh The Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris.
Hermawan Kartajaya dinobatkan sebagai 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing.
Saat ini, Hermawan Kartajaya menjabat sebagai Chairman MarkPlus, Inc., perusahaan konsultan manajemen yang berbasis di Indonesia yang dirintisnya sejak tahun 1990..
Kartajaya pernah mengenyam Pendidikan Tinggi di Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember, namun harus keluar karena permasalahan ekonomi.
Pada 2010, ITS Surabaya menganugerahkan Doctor Honoris Causa, pertama sepanjang sejarah, kepada Hermawan Kartajaya untuk pencapaian ilmu pemasaran dunia.
Kartajaya aktif menulis buku-buku seputar dunia pemasaran.
Dia merupakan orang Indonesia pertama yang memasuki ranah pemasaran internasional dengan model yang ia buat sendiri.
Hermawan Kartajaya sosok yang unik kombinasi dari orang yang memiliki pemikiran akan konsep bisnis yang strategis dalam bidang marketing dan seorang praktisi.
Pendidikan
- Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (keluar karena permasalahan ekonomi)
- Sarjana di Universitas Surabaya, Indonesia
- Master di University of Strathclyde Graduate School of Business, Scotland 1995
Pada 1990 membentuk MarkPlus, perusahaan konsultan marketing di Surabaya, Indonesia.
Hanya sedikit orang Asia yang pernah diundang untuk berpidato di American Marketing Association (AMA) Educators Conference.
Dinobatkan sebagai 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing.
4. Lin Che Wei
Lin Che Wei lahir 1 Desember 1968. Dia pengusaha Tionghoa Indonesia.
Lin Che Wei menempuh pendidikan S1 di Universitas Trisakti dan MBA di Universitas Nasional Singapura.
Ia memulai kariernya sebagai analis keuangan di beberapa perusahaan asing antara lain WI Carr, Deutsche Bank Group dan Société Générale.
Analisisnya yang kontroversial dalam membongkar skandal Bank Lippo menyebabkannya berurusan dengan pengadilan dan dituntut sebesar Rp 103 miliar oleh pengurus Lippo Group.
Kasus ini menyebabkan Lin Che Wei mendapatkan penghargaan Tasrif Award dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Lin Che Wei merupakan penerima penghargaan Indonesian Best Analyst dari AsiaMoney Magazine dan The Most Popular Analyst Award" untuk tahun 2002 dan tahun 2004.
Selain itu, Lin Che Wei pernah menjabat sebagai Presiden Direktur dari perusahaan milik negara Danareksa dari 2005 sampai pertengahan 2007.
Sejak 2008 Lin Che Wei mendirikan perusahan riset yang berfokus pada Analisis Kebijakan dan Analisis Industri Independent Research Advisory Indonesia.
Karier
- Panelis debat Calon Presiden pada 2003 dari pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.
- Sekretaris tim perundingan antara Pemerintah Indonesia dengan Exxon di dalam mencari penyelesaian ladang minyak di Cepu yang berhasil diselesaikan pada 2006.
- Staf khusus dari Menteri Negara BUMN, Sugiharto dan Staf Khusus dari Menko Perekonomian Aburizal Bakrie.
- Sejak 2014, menjadi Policy Advisor (anggota Tim Asistensi) dari Menko Perekonomian Sofyan Djalil.
- Policy Advisor Menteri PPN/Bappenas dan Menteri ATR/BPN dan policy advisor Menko Perekonomian Darmin Nasution.
- Policy Advisor Kementrian ATR/BPN (2016-2019) Lin Che Wei terlibat dalam formulasi kebijakan: Program Sertifikasi Tanah Sistematis dan Lengkap (PTSL) 2017, 2018, 2019
- Pembentukan Bank Bank Tanah (Sedang dalam proses)
- Diskusi pembentukan UU Pertanahan.
- Policy Advisor Kemenko Perekenomian (2014-2019), terlibat dalam formulasi kebijakan:
Pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan pembentukan Industri Biodiesel berbasis Kelapa Sawit
Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (2017), Roadmap Kopi (2018)
Roadmap Industri Baja (2015-2017), Studi Revitalisasi Pendidikan Vokasi (2016-2019), Rencana Replanting Perkebunan Karet, Studi Industri Penerbangan Nasional Meliputi (Bandara, Airlines, Airnav)-2019, Studi tentang Hutan dan Kawasan Hutan, Roadmap Tobacco dan Industri berbasis Tembakau (2018), Roadmap Industri berbasis Rumput Laut
Studi dan Formulasi Kebijakan Pemerataan Ekonomi (2017-2019), Roadmap untuk Industri Sapi dan Sapi Perah (Sedang Berjalan), Studi E-Commerce dan Digital, Beberapa Kebijakan menyangkut Sektor Pangan (Kebijakan Menyangkut Infrastruktur Irigasi, Beras, Jagung)
- Sejak Agustus 2007 sampai 2008, Lin Che Wei menjabat CEO Putera Sampoerna Foundation, sebuah yayasan pendidikan yang didirikan oleh Putera Sampoerna.
- Pada 2008, mendirikan perusahaan di bidang corporate advisory and research di bawah bendera PT Independent Research Advisory Indonesia.
- Sejak 2013, menjadi CEO PT Pembangunan Kota Tua Jakarta yang bertugas merevitavilasi bangunan di Kota Tua Jakarta yang pada waktu itu berada di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama.
- Oversight Comittee PT. Pelindo II (Persero).
Itulah beberapa tokoh TIonghoa Indonesia yang merupakan ahli ekonomi.
(suci rahayu)
Baca juga: Daftar Tokoh Tionghoa Indonesia Ahli Ekonomi, Menteri, Dosen, Peneliti hingga Direktur World Bank
Baca juga: Daftar Tokoh Tionghoa Indonesia Ahli Kesehatan, dari Pakar Obat Tradisional, hingga Dokter Baik Hati
| Profil Darmawan Prasodjo, Dirut PT PLN yang Minta Maaf Usai Listrik Mati di Sebagian Sumatera |
|
|---|
| Profil Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol |
|
|---|
| Profil Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia yang Diminta Mundur Imbas Rupiah Lemah |
|
|---|
| Profil Vasko Ruseimy, Wakil Gubernur Sumbar yang Kecelakaan di Solok Selatan |
|
|---|
| Rekam Jejak AKP Yohanes Bonar Adiguna, Kasat Resnarkoba Polres Kukar yang Ditangkap Kasus Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Tokoh-Tionghoa-Indonesia-Hermawan-Kertajaya.jpg)