Berita Tanjab Barat
Tanjab Barat Mulai Banjir, Ini Tips Melewati Genangan Banjir Air Laut Agar Motor Tak Keropos
Memasuki penghujung tahun 2024, beberapa ruas jalan utama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi mulai tergenang banjir air pasang laut.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Memasuki penghujung tahun 2024, beberapa ruas jalan utama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi mulai tergenang banjir air pasang laut.
Siklus tahunan tersebut sudah lumrah terjadi bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kondisi tersebut juga menjadi hal biasa bagi masyarakat meski beberapa dampak bahaya dapat terjadi.
Satu diantaranya bahaya akan pengawasan terhadap anak, dan juga bahaya akan kondisi kendaraan ketika melintasi genangan banjir air pasang laut tersebut.

Kandungan air asin yang terbawa banjir pasang laut, jika terdampak langsung pada body atau rangka kendaraan tentu akan membuat efek negatif pada kendaraan yang berbahan besi lembut.
Kondisi saat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pasang air laut terjadi Dua kali dalam sehari siang dan malam hari. Sehingga beberapa ruas jalan utama menuju Kota Kuala Tungkal saat muka air laut tinggi akan menggenangi jalan.
“Kalo sudah musim air laut naik kayak sekarang ini ruas jalan jalur dua di Parit Gompong hingga menuju Kota Kuala Tungkal pasti terendam banjir, ketinggiannya pun bervariasi, “ ujaf Eko Warga sekitar.
Meskipun pasang surut, lanjut Eko kondisi air pasang tersebut ketika surut tidak semua kering tuntas dalam artian masih menyisakan genangan.
“Jadi ketika air mulai pasang lagi, air sisa yang tergenang tadi belum sempat keluar jadi sepanjang Desember hingga awal tahun nanti jalan parit gompong itu terlihat banjir terus, “ tuturnya.
Baca juga: Evaluasi Pilkada 2024 di Jambi: Tingkat Partisipasi Pilkada Kota Jambi Terendah, Tanjabtim Tertinggi
Baca juga: Rekrutmen PPPK Tahap II Pemprov Jambi Buka 1.536 Formasi - Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan dan Teknis
Bagi masyarakat sekitar kondisi tersebut sudah tentu lumrah terjadi, hanya saja bagi masyarakat luar tentu mereka hanya mengira ini persoalan banjir saja.
Namun mereka yang awan tidak memahami dampak buruk ketika kendaraan terendam atau melintasi banjir dengan durasi cukup lama.
“Yang jelas itu rawan akan korosi (karat), biasanya pada bagian sadis, bumper, hingga bodi kendaraan, “ jelasnya.
Biasanya masyarakat sekitar memiliki tips tersendiri dalam mengantisipasi hal tersebut, diantaranya ketika baru saja melintas genangan banjir air asin maka kendaraan harus segera dicuci (minimal disiram air tawar), jika kondisi tersebut terjadi berulang maka bisa digunakan semprotan anti karat tambahan minimal minyak solar.
“Kalau punya modal sedikit besar, langsung di lapis cat anti karat. Jika dimungkinkan beraktifitas lama di sekitaran Kuala Tungkal (banjir), “ tandasnya. (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Sinopsis When the Phone Rings Episode 7, Sa Eon Makin Bucin
Baca juga: Evaluasi Pilkada 2024 di Jambi: Tingkat Partisipasi Pilkada Kota Jambi Terendah, Tanjabtim Tertinggi
Baca juga: Pesan Khusus Presiden Prabowo ke Koruptor: Bertobat, Kau Kembalikan yang Kau Curi, Kita Maafkan
Evaluasi Pilkada 2024 di Jambi: Tingkat Partisipasi Pilkada Kota Jambi Terendah, Tanjabtim Tertinggi |
![]() |
---|
Pesan Khusus Presiden Prabowo ke Koruptor: Bertobat, Kau Kembalikan yang Kau Curi, Kita Maafkan |
![]() |
---|
Rekrutmen PPPK Tahap II Pemprov Jambi Buka 1.536 Formasi - Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan dan Teknis |
![]() |
---|
Rempang Batam Bergejolak Lagi, Massa Kumpul di Lapangan Setelah Ada Penyerangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.