Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban IPA Kelas 9 Halaman 116, Senyawa Oktana

Simak pembahasan unci jawaban kelas 9 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Alam atau IPA Kurikulum Merdeka halaman 116.

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Istimewa
Simak pembahasan unci jawaban kelas 9 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Alam atau IPA Kurikulum Merdeka halaman 116. 

TRIBUNJAMBI.COM - Simak pembahasan unci jawaban kelas 9 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Alam atau IPA Kurikulum Merdeka halaman 116.

Materi IPA ini mengenai reaksi pembakaran bahan bensin.

Sekarang coba perhatikan reaksi pembakaran bensin, yang mengandung
senyawa oktana (C8
H18), pada mesin kendaraan bermotor:
C8
H18(g) + 12½O2
(g) → 8CO2
(g) + 9H2
O(g)
Bandingkanlah banyaknya oksigen yang dibutuhkan dan jumlah
molekul yang dihasilkan.
Sekarang carilah reaksi pembakaran bahan bakar pesawat dan roket,
kemudian bandingkanlah kebutuhan oksigen dan emisi CO2
yang dihasilkan.

Jawaban

Perbandingan Banyaknya Oksigen yang Dibutuhkan dan Jumlah Molekul yang Dihasilkan pada Pembakaran Bensin

Dari reaksi pembakaran bensin di atas, dapat dilihat bahwa perbandingan banyaknya oksigen yang dibutuhkan dan jumlah molekul yang dihasilkan adalah 12,5:1. Artinya, untuk menghasilkan 1 molekul oksigen, dibutuhkan 12,5 molekul oksigen.

Hal ini dapat dijelaskan dengan rumus stoikiometri reaksi pembakaran bensin:

C8H18(g) + 12½O2(g) → 8CO2(g) + 9H2O(g)
Dari rumus stoikiometri tersebut, dapat dilihat bahwa perbandingan koefisien reaksi oksigen dan CO2 adalah 12,5:8. Artinya, untuk menghasilkan 1 molekul CO2, dibutuhkan 12,5 molekul oksigen.

Perbandingan Kebutuhan Oksigen dan Emisi CO2 pada Pembakaran Bahan Bakar Pesawat dan Roket

Bahan bakar pesawat dan roket umumnya menggunakan senyawa hidrokarbon dengan atom karbon yang lebih banyak daripada oktana, seperti n-heptana (C7H16) dan pentan (C5H12). Oleh karena itu, kebutuhan oksigen untuk pembakaran bahan bakar pesawat dan roket lebih banyak daripada untuk pembakaran bensin.

Berikut adalah beberapa contoh reaksi pembakaran bahan bakar pesawat dan roket:

Bahan bakar pesawat:
C7H16(g) + 11O2(g) → 7CO2(g) + 8H2O(g)
Perbandingan koefisien reaksi oksigen dan CO2 pada reaksi ini adalah 11:7. Artinya, untuk menghasilkan 1 molekul CO2, dibutuhkan 11/7 = 1,57 molekul oksigen.

Bahan bakar roket:
C5H12(g) + 9O2(g) → 5CO2(g) + 6H2O(g)
Perbandingan koefisien reaksi oksigen dan CO2 pada reaksi ini adalah 9:5. Artinya, untuk menghasilkan 1 molekul CO2, dibutuhkan 9/5 = 1,8 molekul oksigen.

Berdasarkan perbandingan koefisien reaksi oksigen dan CO2, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan oksigen untuk pembakaran bahan bakar pesawat dan roket lebih banyak daripada untuk pembakaran bensin. Hal ini juga menyebabkan emisi CO2 dari pembakaran bahan bakar pesawat dan roket lebih banyak daripada dari pembakaran bensin.

Kesimpulan

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved