Tukang Pijat Jadi Tersangka Gara-gara Tambal Rumah Bocor Pakai Gambar Calon Bupati Karanganyar
Seorang tukang pijat bernama Sutarman, menjadi tersangka gara gara menggunakan foto calon Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, untuk tambal rumah.
TRIBUNJAMBI.COM, KARANGANYAR- Seorang tukang pijat bernama Sutarman, menjadi tersangka gara gara alat peraga kampanye calon Bupati Karanganyar, Jawa Tengah.
Tukang pijat panggilan asal Desa Kalijirak, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah, itu kini menjadi tersangka.
Dia mengaku, juga mendapat tindak penganiayaan lantaran masalah itu.
Berikut ini pengakuan Sutarman terkait persoalan tersebut..
Awalnya Sutarman mengambil alat peraga kampanye (APK) bergambar pasangan calon Bupati Karanganyar nomor urut 02, Rober-Adhe di Karanganyar.
Dia mengaku mengambil APK itu untuk menambal rumah yang bocor.
Dia mengaku dipaksa untuk mengakui telah melakukan pencopotan APK karena mendapatkan bayaran.
"Saya dipaksa untuk mengakui perusakan APK karena mendapat bayaran, padahal saya hanya mencopot APK itu untuk menutup jendela dan pintu rumah saja," kata Sutarman, dalam gelar konferensi pers kepada awak wartawan, Kamis (7/11).
Tak cuma itu, Sutarman mengatakan dirinya dipukul di beberapa bagian, yakni leher, pinggang kiri dan bagian muka.
"Saat itu, yang dipukul di hadapan Pak Rober dan dipaksa untuk mengakui telah merusak APK-nya. Saat itu saya terpaksa mengikuti mereka karena ingin cepat selesai masalah ini," tuturnya.
Dia mengatakan APK itu sempat dicopotnya, lalu dipakai untuk menutupi jendela dan pintu yang bocor. Namun, saat itu ada pendukung cabup yang melihat kejadian tersebut.
"Saat itu, saya diminta untuk kembalikan APK itu ke tempatnya. Setelah itu, saya kembalikan dan pasang kembali. Namun, ada seseorang yang melepaskan APK itu ke sawah, dan membawa saya ke rumah Pak Rober," kata dia.
"Setelah bertemu, saya meminta maaf, tetapi diabaikan. Kemudian para pendukung melakukan penganiayaan, dan dilakukan sejak tengah malam hingga pagi hari," lanjutnya.
Dia mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Bahkan melakukan visum untuk sebagai barang bukti dugaan penganiayaan yang dialaminya.
"Saya sudah lakukan visum dan melaporkan kejadian ini ke polisi, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan mengenai tindak lanjut laporannya di Polres Karanganyar," kata Sutarman.
Pekerja Pabrik yang Tinggal Sendiri itu Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Tengah Hari |
![]() |
---|
Persekongkolan dalam Kasus Korupsi Proyek Masjid Agung Karanganyar, Vendor Rugi Rp5,6 M |
![]() |
---|
KABAR KECELAKAAN Rombongan Wisatawan Tabrak Pembatas Jalan, 5 Orang Tewas, 2 Patah Tangan |
![]() |
---|
Viral Dirumahkan Tanpa Pesangon, Buruh Pabrik di Jateng Ini Malah Digaji Rp1.000 per Bulan |
![]() |
---|
Catur Rahayu, Buruh Pabrik Tekstil Digaji Rp15 Ribu per Bulan meski Sudah Kerja 25 Tahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.