Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 111, Transformasi Cerpen

Kunci jawaban kelas 11 SMA Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka halaman 111 tentang Membaca contoh penulisan puisi.

|
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
NET
Kunci jawaban kelas 11 SMA Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka halaman 111 tentang Membaca contoh penulisan puisi 

TRIBUNJAMBI.COM - Simak pembahasan kunci jawaban kelas 11 SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Materi ini ada di buku Kurikulum Merdeka halaman 111.

Artikel ini tentang Membaca contoh penulisan puisi hasil transformasi dari cerpen..

Setelah membaca artikel sebelumnya kemudian kerjakan tugas berikut ini.

Sudut Pandang Cerpen
Sudut Pandang Cerpen (Buku Bahasa Indonesia Kelas 11)


Jawaban

Nomor 1

Tokoh Abang digambarkan sebagai seorang pemuda yang penyayang dan bertanggung jawab. Ia rela meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di kota demi menghidupi adiknya. Hal ini terlihat dari kutipan berikut:

Aku memutuskan untuk pergi merantau ke kota demi menghidupi adikku.
Tokoh Bunda digambarkan sebagai seorang ibu yang sabar dan tegar. Ia tetap berusaha untuk membesarkan anaknya meski harus hidup dalam kemiskinan. Hal ini terlihat dari kutipan berikut:

Bunda tetap tegar meski harus hidup dalam kemiskinan.
Tokoh Perempuan itu digambarkan sebagai seorang perempuan yang baik hati dan penyayang. Ia bersedia membantu Abang dan Bunda meski mereka baru saja bertemu. Hal ini terlihat dari kutipan berikut:

Perempuan itu menawarkan bantuan kepadaku dan Bunda.
Nomor 2

Sudut pandang orang pertama pelaku utama adalah sudut pandang yang menggunakan kata ganti orang pertama "aku" yang merujuk pada tokoh utama. Dalam cerpen di atas, kata ganti orang pertama "aku" digunakan untuk merujuk pada tokoh Abang. Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut:

Aku memutuskan untuk pergi merantau ke kota demi menghidupi adikku.
Aku berjalan menyusuri jalan kampung yang sepi.
Aku duduk di bangku taman sambil membaca surat dari Bunda.
Penggunaan sudut pandang orang pertama pelaku utama ini membuat pembaca seolah-olah ikut menjadi tokoh Abang dan merasakan apa yang dialaminya.

Nomor 3

Puisi "Surat Untuk Bunda" dituliskan dari sudut pandang seorang anak yang sedang merantau. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kata ganti orang pertama "aku" yang merujuk pada tokoh anak. Pengarang seolah-olah menempatkan dirinya sebagai tokoh anak sehingga pembaca dapat merasakan perasaannya yang rindu dan khawatir kepada bundanya.

Hal ini terlihat dari kutipan berikut:

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved