Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Juventus

Kelemahan Juventus, Kenapa Bisa Bobol 6 Gol di 2 Laga Terakhir?

Thiago Motta mengakui Juventus 'perlu meningkatkan keseimbangan' setelah hasil imbang yang kacau melawan Parma

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Instagram/@juventus
Thiago Motta di Juventus 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Thiago Motta mengakui Juventus 'perlu meningkatkan keseimbangan' setelah hasil imbang yang kacau melawan Parma.

Motta juga menjelaskan mengapa ia kembali mencadangkan Kenan Yildiz.

Sesuatu tampaknya telah berubah dalam kampanye Bianconeri baru-baru ini, karena meskipun mereka hanya kebobolan satu gol dalam delapan putaran pembukaan, mereka kini kebobolan enam gol dalam dua putaran.

Mereka juga berulang kali harus bangkit dari ketertinggalan 4-2 untuk bermain imbang 4-4 ​​dengan Inter pada hari Minggu, dan dua kali bangkit setelah Parma memimpin di Turin untuk mengakhiri laga dengan skor 2-2 melalui gol Weston McKennie dan Timothy Weah.

"Kami membiarkan banyak peluang bagi Parma, kami juga menciptakan banyak peluang, tetapi kami harus mencoba untuk menghindari memberi mereka begitu banyak peluang mencetak gol melalui serangan balik.

"Kadang-kadang kami bermain baik, di waktu lain tidak begitu baik, kami perlu meningkatkan keseimbangan dari yang baik hingga yang buruk," kata Thiago Motta kepada Sky Sport Italia.

“Kami harus menggunakan gaya sepak bola kami untuk periode yang lebih lama untuk menempatkan lawan di bawah tekanan yang konsisten.”

Apakah kebetulan bahwa jumlah gol yang diterima Juve melonjak sejak cedera Gleison Bremer?

Dalam kedua pertandingan melawan Inter dan Parma, Danilo digunakan di pertahanan tengah, pertama bersama Pierre Kalulu, kemudian malam ini berpasangan dengan Fabio Gatti.

“Kesalahan yang kami buat bersifat teknis di sepertiga akhir kedua sisi. Kami tidak boleh membiarkan tim lain melakukan serangan balik setiap kali kami melakukan kesalahan dan kehilangan bola, terutama ketika Parma memiliki pemain sayap yang hanya menunggu saat-saat itu untuk menyakiti kami,” lanjut sang pelatih.

 

Baca juga: Permata Arsenal, Ethan Nwaneri Pecahkan Rekor saat Taklukkan Preston di Piala EFL

Baca juga: Kapan Ruben Amorim Debut di Manchester United? Sementara Masih Pimpin Sporting Lisbon

 

Thiago Motta Lihat Kelemahan Juventus

Teun Koopmeiners kembali setelah beberapa minggu absen karena tulang rusuk retak sebagai pemain pengganti. Apakah mantan pemain Atalanta itu memberi Juventus kendali yang lebih besar atas tempo dan inisiatif?

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved